Pages

Jumat, 31 Mei 2013

Sumsel Harus Berubah


 

SRIPOKU.COM-Mulai saat ini masyarakat Sumatera Selatan untuk menanamkan sikap ingin berubah. Keinginan itu harus ditunjukkan melalui sikap, menentukan pilihan siapa yang akan memimpin daerah ini ke depan pada pemilihan gubernur 6 Juni mendatang.

"Saya bertekad Sumsel harus berubah, karena kekayaan yang melimpah ternyata belum dinikmati masyarakat Sumsel. Kekayaan nomor lima terbesar, sementara angka indeks pembangunan masyarakatnya masih di urutan ke-17, artinya ini ada yang salah dalam menentukan kebijakan selama ini," kata Eddy Santana Putra, calon Gubernur Sumsel nomor urut satu.

Eddy Santana menyampaikan orasi politik di hadapan warga, simpatisan dan kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan PALI. Pasangan Cagub ESP-Win mendapat giliran kampanye akbar di Lapangan Sepakbola Pendopo, PALI. Di sini ditampilkan juru kampanye anggota DPR RI Ganjar Pranowo, Nazaruddin Kiemas dan anggota DPRD Sumsel, Giri Ramandha Kiemas dan Arswandi Asland, serta Ketua PDI-Perjuangan Muaraenim.

Sementara Calon Wagub Anisja Djuita Supriyanto alias Wiwiet Tatung hadir pada kampanye akbar di kota Prabumulih. 

"Kalau ingin Sumsel berubah ke arah yang lebih baik, coblos nomor satu. Saya berpengalaman menjadi walikota Palembang dua periode. Saya berjanji akan bekerja keras untuk kesejahteraan rakyat," kata Eddy Santana Putra.

Hari Jumat (31/05/2013), pasangan calon gubernur ESP-Win berkampanye didua tempat berbeda, yakni di Lapangan Sepakbola Prabumulih dan Lapangan Sepakbola Pendopo PALI (Pendopo, Airitam, Lematang Ilir, kabupaten baru pecahan Kabupaten Muaraenim). 

Gubernur Jateng Terpilih Ganjar Pranowo, yang juga anggota DPR RI, khusus datang memberikan dukungan penuh bagi pasangan Cagub ESP-Win. Selain Ganjar, jurkam nasional ditampilkan pula anggota DPR RI Trimedya Panjaitan. 

Menurut jadwal, pasangan Cagub ESP-Win melaksanakan kampanye akbar PALI dan Pendopo. Sementara besok (Sabtu, 1/06/2013) ESP-Win berkampanye di Bayunglincir, Musi Banyuasin. Rangkaian kampanye ESP-Win, akan ditutup pada hari terakhir tanggal 2 Juni 2013 yang dilangsungkan di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB).

Kampanye hari terakhir di BKB, presiden Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani.

Massa kampanye juga dihibur sejumlah artis ibukota, Ridho Irama dan Grup Soneta dan Repvblik.. Rhoma Irama bersama Soneta Grup. Pengunjung seperti tak mau beranjak meninggalkan lokasi kampanye.

Sukses di Jateng, Ganjar Pranowo Jadi Jurkam di Pilgub Sumsel


 

Palembang - Ganjar Pranowo yang memenangi Pilgub Jateng versi quick count lembaga survei dan KPUD, dihadirkan di Palembang. Ia menjadi juru kampanye cagub dan cawagub yang diusung PDIP, Eddy Santana Putra dan Anisja Djuita Supriyanto atau lebih dikenal ESP-Win.

Ganjar menjadi jurkam di dua lokasi yakni di lapangan Prabumulih dan lapangan Pendopo PALI (Pendopo, Airitam, Lematang Ilir), Jumat (31/05/2013).

Di kediaman ESP, Jl Kapten A. Rivai, Palembang, Ganjar menyarankan tim pemenangan pasangan nomor urut 1 ESP-Win membentuk satgas anti-money politics dalam Pilgub Sumsel yang akan dilaksanakan pada 6 Juni 2013 mendatang.

"Saya rasa cara seperti ini cukup efektif, untuk menekan praktik sogok dan membeli suara pemilih," kata Ganjar.

Dijelaskan Ganjar, praktik money politics memiliki dampak buruk, karena calon yang melakukan politik uang akan mengembalikan uang yang dikeluarkan apabila terpilih kelak. Praktik ini memicu korupsi.

Sebagai informasi, rangkaian kampanye pasangan nomor urut 1 ESP-Win, akan ditutup pada hari terakhir jadwal kampanye yakni 2 Juni 2013 yang dilangsungkan di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang. Dijadwalkan, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, dan ketua DPP PDIP, Puan Maharani, dan sejumlah artis seperti grup Band Wali, Repvblik, dan Rhoma Irama bersama Soneta Grup, hadir dalam kampanye tersebut.

Ratusan Surat Suara Pilkada Maluku Rusak



AMBON, KOMPAS.com - Ratusan surat suara yang akan digunakan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Maluku rusak. Hal itu diketahui saat penyortiran dan pelipatan surat suara oleh petugas KPU Maluku di Sport Hall Ambon Kamis (30/5/2013).

Petugas di KPU Maluku menemukan ratusan surat suara yang sobek; tidak ada tulisan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) serta; foto pasangan calon yang terpotong.

"Ditemukan ratusan surat suara yang rusak. Kami sementara menunggu hingga penyortiran selesai dilakukan, jumlahnya ratusan," kata Ketua Kelompok Kerja Logistik KPU Kota Ambon Iriane Ponto, Kamis (30/5/2013).

Meski terjadi kerusakan, namun Ponto menjamin tidak akan mempengaruhi jumlah logistik surat suara Pilkada Maluku. Jumlah surat suara tetap mencukupi.

Ia mengatakan penyortiran direncanakan selesai pada Jumat (31/5/2013) besok. Setelah penyortiran dan pelipatan, pihaknya akan kembali menghitung jumlah surat suara yang rusak dan tidak layak pakai.

Sementara itu, anggota KPU Maluku Nasir Rahawarin menyebutkan, total surat suara untuk Maluku sebanyak 1,3 juta eksemplar. Sebagian merupakan cadangan untuk masyarakat yang tidak masuk daftar pemilih.

"Surat suara dikasih lebih di tiap KPU baik kota atau kabupaten. Kalau ada masyarakat yang tidak terdaftar, bisa menggunakan KTP atau kartu keluarga agar dapat menggunakan hak suaranya dalam pemilu nanti," kata Nasir.

MK tolak PHPU sengketa Pilkada Tanah Laut



Sindonews.com - Mahkamah Konsitusi (MK) menolak permohonan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

"Menolak eksepsi termohon dan eksepsi terkait, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," ujar Hakim Ketua Akil Mochtar dalam membacakan putusan di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (30/5/2013).

Dalam membacakan putusan dia mengatakan, MK dalam pertimbangannya, menyatakan bahwa permohonan pemohon tidak beralasan menurut hukum.

Hakim anggota Maria Farida Indrati membacakan, Dalil pemohon, telah terjadi intimidasi yang dilakukan Kepala Desa Kait Kait Lama dengan membentuk Kepala Urusan Umum (Kaur Umum) lantaran tidak menuruti perintah kepala desa untuk memilih pasangan nomor urut empat (pihak terkait) Bambang Alamsyah-Sukamta, tidak bisa dibuktikan dengan meyakinkan.

"Lagi pula, seandainya pun tindakan intimidasi a quo terjadi, quod non, menurut mahkamah, tindakan tersebut terjadi sporadis dan bukan merupakan pelanggaran yang bersifat struktur, sistematis dan massif yang mempengaruhi perolehan suara pemohon secara signifikan," kata dia dalam persidangan.

Menurut mahkamah, Dalil pemohon bahwa terjadi penambahan data jumlah pemilih karena banyak kartu pemilih ganda di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Tanah Laut, tidak bisa diuraikan secara jelas siapa yang menerbitkan kartu tersebut.

Demokrat Bingung Hadapi Pilkada Batubara



JAKARTA - Hingga kemarin DPP Partai Demokrat belum memutuskan nama yang akan diusung di pilkada Langkat, Sumut. 

Hanya saja, seperti yang sudah pernah disampaikan sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Jhonny Allen Marbun mengatakan, partainya mengarah untuk mengusung Ngogesa Sitepu.

"Tapi kemungkian kita gabung dengan incumbent, karena beliau juga sudah mendaftar ke kita," Jhonny Allen Marbun (JAM) kepada JPNN , kemarin.

Khusus untuk pilkada Batubara, lagi-lagi, JAM mengatakan, partainya belum punya bayangan siapa nama yang akan dijagokan. Dia mengaku, nama yang melambung baru OK Arya Zulkarnaen yang merupakan calon incumbent.

Demokrat menganggap peta politik jelang pilkada Langkat ini unik, karena OK Arya ketua DPC Golkar Batubara, namun akan maju lewat jalur independen.

JAM menegaskan lagi niat partainya untuk mengajak partai-partai lain, "mengeroyok" OK Arya. Tapi, upaya penjajakan dengan partai lain juga belum membahas nama yang akan diusung rame-rame. "Dari partai lain juga bilang, "ini unik, antik". Jadi kita belum ada bayangan," kata JAM.

Dikatakan, DPP Demokrat masih menunggu pasokan informasi dari pengurus Demokrat di daerah terkait dengan peta perpolitikan jelang pilkada Batubara ini. "Informasi belum ada masuk," ujarnya.

Sementara, untuk pilkada Taput, Demokrat juga belum membahasnya. "Taput masih jauh kan?" pungkas JAM.

Ini Sebab Golkar Sering Keok di Pilkada



JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Golkar Idrus Marham menjelaskan, penyebab kekalahan Partai Golkar di Pilkada. Menurutnya, kekalahan tersebut bukan lantaran mesin partai yang buruk. 

"Saya kira Pilkada itu orientasinya yang milih orang. Parpol itu adalah salah satu mesin politik yang harus menggerakkan, kita ibaratkan calon yang kita usung dan bagaimana partai bekerja, tapi semua itu tergantung rakyat yang milih," jelas Idrus Idrus di DPR, Jakarta, Kamis (30/5/2013).

Padahal, dia mengklaim, survei di beberapa daerah, khususnya di mana Golkar kalah di Pilkada, terbukti Golkar dan Ketua Umumnya Abu Rizal Bakrie (ARB alias Ical) berada di papan atas. Dia bahkan mengklaim di 77 Dapil nama ARB, Joko Widodo dan Prabowo Subianto saling bersaingan di urutan teratas.

"Jadi saya kira, partai sudah bekerja sedemikian rupa, tetapi pilihan masyarakat ya harus dilihat dinamikanya. Kita lihat bagaimana Pak Ganjar di sana, survei-survei Golkar itu nomor satu di sana, karena itu Jawa Tengah juga akan evaluasi untuk langkah selanjutnya," paparnya.

Calon dari Golkar di sejumlah Pilkada kalah dengan lawannya, seperti di Jawa Tengah Bibit Waluyo-Soedijono Sastro Atmodjo. Lalu, di DKI Jakarta, calon yang diusung Golkar Alex Nurdin-Nono Sampono juga kalah. Di Jawa Barat, pasangan MS syarifuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim, serta di Sumatera Utara Chairuman Harahap-Fadli Nurzal kalah di Pilkada.

Inilah Kalimat Poster Desk Pilkada yang Diprotes



SURYA Online, MADIUN - Poster yang dibuat Desk Pilkada Pemkab Madiun, berdasar warna hijau itu bermaterikan sosialisasi pilkada Kabupaten Madiun, 19 Juni mendatang.

Beberapa materi yang menjadi sorotan, seperti kalimat "Ojo Lali". Kata-kata ini dikenal sebagai salah satu jorgan pasangan incumbent. Sehingga, Desk Pilkada dinilai mengarahkan masyarakat kepada pasangan incumbent.

Kalimat lain yang dinilai mengarahkan, adalah di pojok bawah poster. Kalimat yang dikotak dengan back ground warna putih dengan tulisan bermarna merah dan hitam, berbunyi; "Warga Madiun sing apik yo mesti melu milih bupati".

Kalimat-kalimat itu, oleh Panwas Kabupaten Madiun dinilai mengarahkan. "Nanti akan kami bahas bersama KPU, parpol, dan tim sukses," ujar Ketua Panwas Kabupaten Madiun Slamet Widodo.

Apalagi, Panwas sudah meminta para pasangan calon bupati dan wakil bupati Madiun untuk segera menurunkan atribut kampanye. Himbauan penurunan atribut sesuai surat nomor 158/PANWASLU-KAB.MDN/C/V/2013 ditetapkan sejak Rabu (28/5/2013).

Sayangnya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Pemkab Madiun Kurnia Aminullah tak bisa dihubungi. Beberapa kali telepon selulernya dihubungi tak diangkat, termasuk SMS tidak dibalas. Demikian pula dengan Sekda Kabupaten Madiun Soekardi, saat dihubungi via ponselnya tak diangkat.

Poster Desk Pilkada Diprotes



SURYA Online, MADIUN - Poster sosialisasi pelaksanaan pilkada Kabupaten Madiun yang dibuat Desk Pilkada Pemkab Madiun, dinilai tidak netral.

Ketua Panwas Kabupaten Madiun Slamet Widodo, mengatakan 
pihaknya akan mengundang parpol pengusung, tim sukses masing-masing kandidat, KPU, dan pihak-pihak lain yang terkait pilkada untuk membahas masalah tersebut.

Diakuinya, memang materi poster yang diterbitkan Desk Pilkada tersebut secara disain mengarah untuk mendukung calon incumbent. Diantaranya, tulisan "ojo lali" yang selama ini dipakai sebagai jargon pasangan incumbent. "Ini nanti yang akan saya bawa ke forum, biar mereka sendiri yang menyimpulkan," katanya.

Ia katakan, sejauh ini, Panwas Kabupaten Madiun sudah bersurat ke parpol dan tim sukses agar membongkar berbagai alat peraga, baik itu poster, spanduk, baleho dan lainnya.

Pilbup Madiun bakal digelar 19 Juni 2013 mendatang, dengan anggaran Rp 30 miliar. Rinciannya KPU mendapatkan Rp 12,3 miliar, Panwas Rp 2,15 miliar, Polres Rp 2,250 miliar, TNI/Kodim Rp 400 juta. Sedang untuk putaran kedua, KPU sebesar Rp 6 miliar, Panwas Rp 900 juta, dan Polres Rp 1 miliar. Sementara sisanya sekitar Rp 5 miliar diperuntukkan bagi Desk Pilkada.

Pilkada Jatim, Lima Partai Beri Dukungan Ganda



TEMPO.CO, Surabaya -- Proses klarifikasi dukungan untuk pencalonan pemilihan kepala daerah Jawa Timur sudah dilakukan Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur mulai Rabu, 29 Mei 2013. Akan tetapi, KPU mengaku bingung setelah mendapati Ketua dan Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) dan Partai Kedaulatan (PK) ternyata berbeda sikap.

Anggota KPU Jawa Timur Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Pengembangan Informasi Nadjib Hamid mengatakan sebenarnya ada lima partai yang disinyalir memberikan dukungan ganda. Mereka adalah PPNUI, PK, PMB, PNBKI dan PPN. “KPU akhirnya memutuskan untuk fokus ke PPNUI dan PK,” kata Nadjib, Jumat, 31 Mei 2013.

Seperti diketahui, dua partai nonparlemen itu memberikan dukungan kepada dua pasangan calon melalui kepengurusan yang berbeda. Satu pengurus mendukung Soekarwo-Saifullah Yusuf, lainnya berpihak ke Khofifah-Herman Suryadi Sumawiredja.

KPU kemudian melakukan klarifikasi ke Kementerian Hukum dan HAM serta dewan pimpinan pusat partai. Menurut snggota KPU Jawa Timur Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan Informasi Nadjib Hamid, saat mendatangi kantor DPP PPNUI di kawasan Rawamangun, Jakarta, KPU hanya bertemu dengan Sekjen Andi William Irfan dan sembilan orang lain minus ketua umum. Kata Andi, kepengurusan PPNUI yang sah adalah ketua umum KH.M Yusuf Humaidi dan Sekjen Andi William Irfan dengan Abdur Rachman sebagai ketua dewan pimpinan wilayah Jawa Timur.

Versi Andi, partainya mengusung pasangan KarSa untuk pemilu gubernur 29 Agustus 2013 mendatang. Ia juga membantah adanya dualisme kepengurusan di dalam tubuh PPNUI. Namun, keterangan berbeda datang dari ketua umum Yusuf Humaidi. Ketika diklarifikasi dalam waktu yang berbeda, Yusuf mengatakan pihaknya mendukung Khofifah-Herman. Bahkan, pengurus wilayah Jawa Timur yang sah adalah Mashun Zein dan sekretaris Budi Chidmadi.

Selesai dengan PPNUI, KPU pun mendatangi kantor PK di bilangan Pulomas, Jakarta. Lagi-lagi, KPU hanya bertemu dengan sekjen, ketua bidang organisasi, dan bendahara. Sedangkan ketua umum Denny M Cilah tidak berada di tempat. Sekjen Restianrick Bachsjirun mengatakan ketua dewan pimpinan wilayah Jawa Timur yang sah adalah Ahmad Tony Dimyati dan sekretaris Makhsun Azis. Restianrick mengakui adanya dua friksi di PK, tidak hanya di Jawa Timur, tapi juga Papua. Namun, ketika diminta untuk menghadirkan ketua umum, Restianrick menyatakan tidak sanggup.

Masalah ternyata muncul. Pada Kamis, 30 Mei 2013, KPU bertemu dengan ketua umum PK. Menurut dia, pengurus DPW Jawa Timur yang sah diketuai oleh Ahmad Isa Noercahyo dan sekretaris Rosadi. Versi ketua, PK mengusung Khofifah, sementara sekjen mendukung KarSa.

Sebagian komisioner KPU Jawa Timur masih berada di Jakarta untuk bertemu langsung dengan ketua dan sekjen PK dalam waktu yang sama. Namun, menurut anggota KPU Agus Machfud Fauzi, sekjen meminta pengunduran waktu pelaksanaan klarifikasi.

Terkait kerancuan kedua partai ini, KPU kemungkinan akan menggelar rapat pleno setelah proses konfrontasi ini selesai. Jika sampai batas waktu yang ditentukan, yaitu 9 Juni 2013 masih belum ada kejelasan, maka KPU pun harus mengambil keputusan dan berpedoman pada Kemenkumham dalam keabsahan organisasi. "Enggak mungkin dua-duanya sah. Yang mungkin salah satu sah atau tidak sah dua-duanya," ujar Nadjib.

Hasil Pilkada Kota Malang Dibawa ke MK



TEMPO.CO, Malang - Pasangan calon perseorangan Wali Kota Malang Mujais-Yunai Mulya mengajukan gugatan hasil pemilihan Wali Kota Malang ke Mahkamah Konstitusi.

Gugatan diajukan lantaran ditemukan bukti kecurangan dan politik uang dalam proses pemungutan suara pada 23 Mei 2013. Selain itu, pasangan ini mengklaim mendapat dukungan 95.451 warga Kota Malang.

"Dukungan diberikan dalam pakta integritas di hadapan notaris," kata Mujais. Dukungan diberikan dalam bentuk kartu serasi untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Menurut dia, dukungan itu juga menjadi dasar besarnya dukungan warga Malang terhadap pasangan yang membawa konsep pemberdayaan di lingkungan rukun tetangga.

Mereka menolak penetapan pasangan Mochammad Anton-Sutiaji sebagai pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang terpilih. Penetapan oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Malang juga disaksikan oleh keenam tim sukses masing-masing calon Wali Kota Malang. Hasil penetapan tersebut diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang, Gubernur Jawa Timur, dan Menteri Dalam Negeri.

Hasil rekapitulasi pasangan calon perseorangan Dwi Cahyono-Muhammad Nur Uddin meraih 22.158 suara, pasangan Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo (SR-MK) diusung PDIP meraih 84.477 suara. Pasangan Heri Pudji Utami-Sofyan Edy Jarwoko (Dadi) yang dijagokan PAN, dan Partai Golkar meraih 68.971 suara, pasangan perseorangan Mujais-Yunar Mulya (Raja) meraih 9.518 suara, sedangkan pasangan Agus Dono-Arif HS (Doa) diusung PKS dan Partai Demokrat mendapatkan 14.849 suara dan pasangan Mochammad Anton-Sutiaji (AJI) yang didukung PKB dan Partai Gerindra mendapatkan 179.675 suara.

Tim sukses pasangan Agus Dono-Arif HS yang didukung Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera menyatakan menerima hasil pemilihan Kota Malang. Lantaran perbedaan suara terlampau jauh dengan pasangan AJI yang memenangkan pemilihan.

Demikian juga dengan calon Wali Kota Malang dari jalur perseorangan Dwi Cahyono juga menerima kenyataan kalah dalam pemilihan Wali Kota Malang.

Ketua KPU Kota Malang Hendry memberikan kesempatan kepada pasangan calon Wali Kota Malang untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Gugatan ke MK, katanya, maksimal diajukan tiga hari setelah penetapan 28 Mei 2013. KPU juga akan menyiapkan tim penasihat hukum untuk meladeni pengaduan dari calon Wali Kota Malang yang tak puas dengan pemilihan. "Calon Wali Kota berhak menggugat hasil, silakan saja," katanya.

PILKADA KARANGANYAR : KGPH Puger Maju Cawabup Independen Karanganyar



KARANGANYAR – Dua pasang bakal calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) jalur independen atau perseorangan dipastikan berpartisipasi pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Karanganyar. Kedua pasangan bakal cabup-cawabup jalur independen tersebut adalah Kondang Pranoto-Hartono dan Halim-Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, menyebutkan mereka bakal menyerahkan berkas dukungan ke KPU Karanganyar menjelang penutupan masa penyerahan berkas dukungan jalur independen. Penyerahan berkas dukungan bakal ditutup pada pukul 00.00 WIB.

Pasangan Halim-Gusti Puger direncanakan menyerahkan berkas dukungan pada pukul 22.00 WIB. Selang sejam kemudian, pasangan Kondang-Hartono juga bakal menyerahkan berkas dukungan ke kantor KPU Karanganyar. Setiap cabup-cawabup jalur independen wajib mengumpulkan sebanyak 30.066 dukungan di sembilan kecamatan.

Bakal cabup jalur independen, Halim, mengatakan pihaknya bakal menyerahkan berkas dukungan ke kantor KPU sekitar pukul 22.00 WIB. Selama ini, pasangan Halim-KGPH Puger telah menggalang dukungan di setiap lapisan masyarakat.

“Rencananya nanti malam berkas dukungan akan diserahkan. Semuanya sudah siap, kami berangkat dari Keraton Solo,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Jumat (31/5/2013).

Selama ini, dia mengaku telah mengelilingi wilayah Karanganyar untuk menemui masyarakat sambil menyosialisasikan dirinya yang berniat maju sebagai cabup. Tak main-main, pihaknya mendapatkan dukungan mutlak dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Pasalnya, bakal cawabup, KGPH Puger adalah salah satu petinggi di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Pria asal Tawangmangu yang berprofesi sebagai PNS Pemkot Solo tersebut optimis memenuhi persyaratan dukungan yang diwajibkan pada jalur independen.

“Kami ingin membangun Karanganyar dengan mengedepankan aspirasi masyarakat. Masih banyak persoalan masyarakat yang harus dirampungkan,” tandasnya.

Sementara Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Karanganyar, Kustawa Esye, menjelaskan berkas dukungan yang diserahkan bakal cabup-cawabup jalur independen bakal diverifikasi oleh petugas di lapangan. Petugas akan melakukan cross check ke setiap warga apakah benar-benar mendukung atau tidak.

Setelah dinyatakan lolos verifikasi dan memenuhi persyaratan dukungan maka bakal cabup-cawabup jalur independen diperbolehkan melakukan pendaftaran cabup-cawabup Pilkada Karanganyar.

Pendaftaran tersebut berbarengan dengan pendaftaram cabup-cawabup yang diusung partai politik (parpol) pada 22 Juni mendatang.

Kamis, 30 Mei 2013

Ayi Vivananda Monitoring PNPM di Cibeunying Kidul



Ayi menilai, aparatur pemerintahan di tingkat kelurahan hingga RT/RW, merupakan relawan paling terdepan dalam mengentaskan kemiskinan. Sebab mereka yang lebih mengetahui kondisi warganya secara langsung.

“Saya sampaikan terimakasih untuk semuannya. Tapa kerja keras dan pengorbanannya program pengentasan kemiskinan di Bandung tidak akan bisa tercapai,” ucap Ayi yang juga Wakil Wali Kota Bandung.

Dalam kesempatan itu, Ayi dan Camat Cibeunying Kidul serta para lurah menuju ke rumah salah seorang warga di RW 02 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cibeunying Kidul untuk mengetahui perkembangan kegiatan PNPM yang sedang dan sudah berlangsung di kawasan itu.

Ayi pun berkeliling guna melihat hasil kegiatan PNPM yang telah selesai , diantaranya sebuah Pos Serbaguna di RW 02 dan juga sebuah PAUD yang berada di RW 07.

“Kita berharap, adanya kegiatan PNPM seperti ini selain dapat membantu mempercepat pembangunan dan membantu masyarakat sekitar untuk mandiri,” pungkasnya

Hore, Atlet PON Riau Asal Bandung Dapat Uang Kadeudeuh dari Pemkot Bandung



BANDUNG,FOKUSJabar.com: KONI Kota Bandung memberikan uang “kadeudeuh” atau bonus kepada para atlet, pelatih, manajer dan teknisi berprestasi yang telah memperkuat Kontingen Jawa Barat asal Kota Bandung di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau.

Ketua Umum KONI Kota Bandung, Aan Johana mengatakan, hal ini sebagai penghargaan dari Pemkot Bandung kepada para atlet kontingen PON Jabar asal Kota Bandung atas kontribusinya. Sebanyak 100 persen mendali emas yang diraih Jawa Barat, 42 persen ditorehkan kontingen asal Kota Bandung.

“KONI menganggarkan sebesar Rp2 milliar. Setelah dana hibah dari Pemkot Bandung ini kami terima, yang menjadi prioritas utama membagikan uang kadeudeuh bagi atlet yang berlaga di PON Riau,” katanya melalui surat elektronik kepada FOKUSJabar.com, Kamis (30/5).

Dia mengaku, awalnya pemberian uang kadeudeuh atau bonus diagendakan tahun 2012, tapi anggaran akhirnya dimasukkan ke APBD tahun 2013.

“Masuk APBD tahun ini, sehingga baru terlaksana bulan ini,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda mengatakan, uang kadeudeuh ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah bagi masyarakat yang berprestasi, pemberian reward ini diharapkan dapat memotivasi atlet yang belum berhasil meraih medali atau berprestasi.

“Selain kadeudeuh, Pemkot Bandung juga akan berupaya melengkapi keperluan atlet maupun cabang olahraga yang ada,” janjinya.

Penyerahan Uang Kadeudeuh tersebut secara simbolis dilakukan oleh Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda kepada perwakilan atlet dan pelatih.

Total kontingen PON Jabar asal Kota Bandung sebanyak 315 orang terdiri dari 227 atlet, 104 diantaranya peraih medali dan 123 atlet non medali. Tidak hanya atlet, sebanyak 85 pelatih dan dua orang teknisi pun direncanakan akan mendapat uang “kadeudeuh” itu. Terkait besaran bonus yang akan diterima bervareasi, tergantung medali yang diraihnya.

Berikut besaran bonus yang akan diterima kontingen perain mendali.

Medali perorangan, emas sebesar Rp15 juta, perak Rp7,5 juta dan perunggu Rp5 juta.

Berpasangan atau double dengan perolehan medali emas Rp9 juta, perak Rp6.5 juta dan perunggu Rp3,5 juta.

Cabang olahraga yang diikuti tiga hingga empat, peraih medali emas mendapatkan Rp8.5 juta, perak Rp6 juta dan perunggu Rp3 juta.

Cabang olahraga yang diikuti lima orang lebih, untuk emas mendapat Rp8 juta, perak Rp5,5 juta dan perunggu Rp2,5 juta.

Atlet yang berhasil memecahkan rekor akan diberikan tambahan sebesar Rp2 juta, atlet non medali mendapatkan Rp1 juta.

Sementara manajer dan pelatih yang atletnya meraih emas mendapat Rp3 juta, perak Rp2,5 juta dan perunggu Rp2 juta.

DPC PDIP Kota Bandung Berikan Pendampingan Hukum Bagi Sobari



BANDUNG,FOKUSJabar.com: DPC DPIP akan berikan pendampingan hukum bagi relawannya yang diduga diseruduk mobil milik oknum partai lain. Demikian disampaikan Perwakilan DPC PDIP Kota Bandung, Sutaya, Kamis (30/5).

Sutarya mengaku, pendampingan hukum adalah salah satu kewajiban partai dan hak kader saat membutuhkannya.

“Jelas kita akan membuat laporan ke kepolisian. Saya dapat tugas langsung dari DPC,” jelas Sutaya.

Dia enggan menanggapi adanya berbagai dugaan termasuk unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut, Sutaya mengaku hanya akan menyerahkan seluruhnya kepada pihak kepolisian.

“DPC PDIP Kota Bandung akan bertanggung jawab penuh kepada korban baik dari proses hukum maupun pengobatannya,” tegasnya.

Meski begitu, Sutaya pun menegaskan tetap membuka pintu untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.

“Kita akan lihat sampai sejauh mana itikad baik mereka (Pelaku),” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumny, relawan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda – Nani Suryani, Sobari Sobarudin sedang memasang banner di Jalan Riung Purna 5, Riung Bandung, Kecamatan Gedebage, Rabu (29/5) sekitar pukul 15.30 WIB. Tiba-tiba mobil menyeruduknya dan langsung meninggalkannya.

Rabu, 29 Mei 2013

Pemkot Bandung Akan Ganti Kabel dengan Serat Optik





BANDUNG,FOKUSJabar.com: Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda berencana mengganti sistem kabel telekomunikasi di Kota Bandung menjadi sistem ducting atau saluran serat optik di bawah tanah.

“Sistem ducting pada kabel ini merupakan saluran kabel dalam tanah. Ya, mudah-mudahan beres akhir tahun ini” kat Ayi di Jalan Merdeka, Rabu (29/5).

Ayi menambahkan, pengerjaan ducting ini membutuhkan waktu 3 menit, untuk memasang 300 kabel sepanjang 300 meter, sementara di Kota Bandung ada 350 kilometer kabel yang terbentang di udara.

“Bandung menjadi kota pertama di Indonesia yang memakai sistem ini,” jelas Ayi.

Ayi pun berharap, kota yang memiliki julukan ‘Paris Van Java’ ini menjadi pelopor bagi kota-kota lainnya.

Selain untuk menata kembali keindahan kota tanpa kabel di udara, sistem ini untuk menghindari adanya pencurian kabel.

Pemasangan Atribut Calon Wali Kota Makin Semrawut



BANDUNG, (PRLM).- Pemasangan spanduk, baligo serta poster para kandidat semakin marak sebulan menjelang Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Bandung 2013. Media sosialisasi tersebut dipasang tanpa mengindahkan aturan serta nilai estetika sehingga membuat wajah Kota Bandung semakin semrawut.

Dari pemantaun "PRLM" di beberapa ruas jalan, Rabu (29/5/2013) , sejumlah spanduk dipasang di tiang listrik, Penerangan Jalan Umum (PJU) hingga dipaku di pohon. Sebuah spanduk pasangan Calon Ridwan Kamil-Ode M Danial (Rido) tampak dibentangkan di tengah Jalan Jamika. Spanduk itu ditalikan pada tiang listrik dan PJU. Dengan ketinggian sekitar tiga meter dari badan jalan, pemasangan spanduk sangat membahayakan pengemudi kendaraan berjenis truk berat yang melintas menuju Pintul Tol Pasir Koja.

"Spanduk Ridwan Kamil-Oded M Danial itu sempat sobek terkena mobil truk pengangkut motor pada Selasa (29/5/2013) kemarin,"ujar Ato, seorang juru parkir di Jalan Jamika. Kendati, membahayakan, belum ada upaya penurunan spanduk baik dari tim kampanye, Panwaslu, maupun Satpol PP Kota Bandung.

Kondisi mengenaskan juga terlihat di Jalan Wahid Hasyim (Kopo) tepat di depan Kantor Kecamatan Bojongloa Kaler. Sejumlah poster pasangan calon MQ Iswara-Asep Dedy Ruyadi (IDE) dipaku di pohon. Tindakan merusak lingkungan tersebut pun seolah luput dari pengawasan institusi terkait.

Tak hanya itu, sejumlah poster Ayi Vivananda-Nani Suryani dipasang di tiang listrik sepanjang Jalan Kopo. Demikian pula poster Edi Siswadi-Erwan Setiawan yang terlihat dipasang di PJU Jalan Soekarno Hatta sekitar depan Pasar Caringin.

PKB Dukung Eswan Hingga Akhir



BANDUNG, TRIBUN - Apapun yang terjadi, Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kota Bandung, akan tetap mendukung pasangan Edi Siswadi-Erwan Setiawan (Eswan) hingga akhir. Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPC PKB Kota Bandung, Encu Suryana, di sela acara pembahasan behind the scene film "Sang Kiai" di Kafe "Warung Misbar", Jalan LRRE Martadinata, Rabu (29/5).

Baru-baru ini Edi Siswadi, mantan Sekretaris Daerah Kota Bandung yang menjadi calon wali kota dalam ajang Pilwalkot Bandung 2013, dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjadi saksi untuk kasus penyuapan hakim Setiabudi Tedjocahyono terkait bantuan sosial Pemkot Bandung. Encu sepakat hal ini menimbulkan opini negatif di masyarakat mengenai Edi Siswadi, meski hanya dipanggil sebagai saksi. PKB pun berupaya mengembalikan citra baik Edi Siswadi.

"Kami mengclearkan saja, bahwa ini sesuai dengan prosedur hukum. Tidak masalah Pak Edi dipanggil sebagai saksi. Di sisi lain kami menjelaskan melalui pola-pola pembelajaran hukum, juga pembelajaran konsepsional masalah hukum yang ada di Indonesia. Jadi seseorang itu tidak bisa dinyatakan bersalah sebelum ada putusan final di pengadilan," ujar Encu.

Encu mengatakan, mendukung Eswan itu harga mati bagi PKB. "Kami tidak akan beralih ke calon lain, karena kami patuh pada aturan sedari awal. Kami harus menyelamatkan salah satu keputusan partai, yaitu mendukung Pak Edi Siswadi dan Erwan Setiawan dari awal hingga akhir," katanya

Aduh, Relawan Ayi-Nani “Ditabrak Lari” Mobil PKS



BANDUNG,FOKUSJabar.com: Salah seorang relawan pasangan calon Wali dan Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda-Nani Suryani, Sobir Sobarudin (48) diseruduk mobil yang diduga milik kader PKS (Partai Keadilan Sejahtera), Rabu (29/5) sore.

Kejadian berawal saat Sobir sedang memasang banner Ayi-Nani di Jalan Riung Purna 5, Riung Bandung, Kecamatan Gedebage, pada pukul 15.30 WIB. Tiba-tiba sebuah mobil kijang menyeruduknya dan langsung pergi. Akibatnya, Sobir mengalami luka memar dan bengkak di sekitar paha kanan.

“Saya waktu itu lagi masang banner dekat solokan. Tiba-tiba mobilnya nubruk saya, seperti sengaja,” kata Sobir saat ditemui di lokasi kejadian.

Ditempat yang sama, rekan Sobir, Ujang (52) menduga mobil merek Toyota Kijang warna silver dengan nomor polisi D1424 CS dikemudikan salah seorang kader PKS.

Hal tersebut diyakininya saat melihat baju yang dikenakan sang supir ketika berhenti sejenak.

“Saya yakin dia pakai baju PKS warna putih. Lambangnya memang benar PKS,” kata Ujang.

Menurut Ujang, supir tersebut mengaku bernama Agus dan sudah dikenal oleh warga di sekitar tempat kejadian.

Hingga berita diturunkan belum ada keterangan resmi dari tim sukses kedua pasangan calon terkait insiden ini.

Selasa, 28 Mei 2013

Ayi, "Kita Kejar Saat Kampanye"



JIKA ada calon wali kota yang tidak leluasa menyosialisasikan pencalonannya pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung 2013, dia adalah Ayi Vivananda. Ayi masih terikat tugas sebagai wakil wali kota, mendampingi Wali Kota Dada Rosada. 

Namun Ayi yang berpasangan dengan Nani Suryani Rosada akan mengejar ketertinggalannya dengan mengoptimalkan waktu kampanye untuk menyampaikan program-programnya pada masyarakat.

"Saat ini saya memang belum cuti. Saya mulai cuti tanggal 6 hingga 19 Juni. Saya cuti di luar tanggungan negara, karena itu ajudan, sopir akan saya serahkan bersama kunci rumah dinas," ujarnya usai peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK yang ke-41 tingkat Kota Bandung di ruang serbaguna, Jln. Wastukancana, Selasa (28/5).

Selama cuti, Ayi akan kembali ke rumahnya di Gang Setiabudhi, Kec. Cidadap. "Saya akan kembali ke tempat kelahiran saya di Setiabudhi, Kecamatan Cidadap," katanya.

Karena belum cuti, Ayi mengaku saat ini belum bisa menyampaikan program-programnya sebagai calon wali kota seperti kandidat lain. 

"Kita kejar dengan mengoptimalkan pada masa kampanye dan tentu saja itu dilaksanakan enggak sendirian tapi bersama tim sukses," ungkapnya.

Terkait peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-41 yang diwarnai pemberian hadiah, Ayi mengatakan, kegiatan dan program PKK sudah berjalan lama. Pemberian ini pun tidak ada kaitannya dengan Pilwalkot 2013, karena tahun-tahun sebelumnya sudah ada penghargaan bagi PKK di tiap kecmatan.

"Tahun lalu Kecamatan Rancasari sekarang Kecamatan Cibiru. Ini enggak ada kaitannya dengan pilwalkot," tandasnya.

Keberadaan PKK, kata Ayi, sangat statregis dalam pembangunan, termasuk pembangunan keluarga, yang juga mendorong laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandung. Peran PKK di antaranya pembinaan posyandu, pendidikan anak usia dini (PAUD), dan mendorong ekonomi keluarga serta kreativitas warga.

"Tingkat pertumbuhan ekonomi Kota Bandung sekarang ini 9,4 persen. Lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi Jabar yang hanya 5,5 persen," katanya.

Ayi Akui Ketinggalan Sosialisasi Pilwalkot Bandung



INILAH.COM, Bandung - Calon Wali Kota Bandung Ayi Vivananda mengakui ketinggalan melakukan sosialisasi pencalonannya di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung 2013 dibandingkan kandidat lain. Sementara kandidat lain sudah masuk pada tahapan menyampaikan program-program kalau terpilih nanti.

"Memang ketinggalan. Ini resiko karena saya belum cuti. Kalau yang lain sudah menyampaikan program, saya belum," ujar Ayi usai peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-41 di Gedung Serbaguna Plaza Balai Kota, Jalan Wastukencana Kota Bandung, Selasa (28/5/2013).

Untuk mengejar ketertinggalannya, Ayi akan mengoptimalkan sosialisasi pada masa kampanye. Dia sudah menyiapkan strategi pemenangan yang akan dilaksanakan bersama tim sukses dan partai pendukung.

"Saya akan optimalkan waktu tersisa. Saya dan tim sudah punya strategi untuk mengejar ketertinggalan ini. Insyaallah bisa," tandasnya.

Iswara: Rp5 Juta untuk RW, 4 Juta untuk RT



BANDUNG, (PRLM).- Pos Pelayanan Terpadu, Rukun Tetangga, Rukun Warga, dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga merupakan elemen yang paling dekat dengan masyarakat. Elemen-elemen itulah yang merupakan ujung tombak pemerintah karena mengetahui betul kondisi warga.

Bertolak dari sana, calon Walikota Bandung M. Q. Iswara berjanji memberikan insentif khusus bagi keempat elemen tersebut. "Mereka adalah aparatur negara yang paling dekat dengan warga. Masalah, kendala, data kesehatan warga, yang detil lebih tahu tentunya teman-teman dari Pos Yandu, RT, RW, dan PKK. Maka wajar jika kami akan menaikkan insentif bagi mereka," kata Iswara.

Rencananya, jika Iswara dipercaya warga memimpin Kota Bandung untuk lima tahun ke depan, akan menaikkan keempat elemen tadi. "Untuk RT kami anggarkan Rp 4 juta. RW Rp 5 juta. Pos Yandu dan PKK Rp 2 juta. Uang itu, selain untuk insentif, bisa juga membantu biaya jika ada kendala kemasyarakatan," tuturnya.

Melalui insentif tersebut, kinerja keempat elemen tersebut diharapkan kian maksimal. "Sehingga mampu menciptakan iklim koordinasi yang lancar dengan pemerintah kota. Dengan demikian, pemkot mampu mengetahui kendala warga kota serta mengatasinya," katanya.

Ridwan Kamil ‘Ngecor’ Jalan di Babakan Tarogong


280513_RHN-BISNIS 01 RK NGECOR JALAN

BABAKAN TAROGONG (GM) - Calon Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, Selasa (28/5) pagi kerja bakti bersama warga RW 05 Kelurahan Babakan Tarogong, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung. Kegiatan ni sejalan dengan visi pasangan Ridwan Kamil-Oded M.D., yaitu memberi solusi terhadap permasalahan warga kota.
Menurut Ridwan Kamil, warga berinisiatif untuk memperbaiki jalan tersebut secara swadaya, serta memperbaikinya bersama-sama.

"Idealnya masyarakat bersikap mandiri. Artinya, permasalahan warga nantinya bisa diselesaikan sendiri, sedangkan pemerintah mempersiapkan sistem penyaluran dana-dana bantuan pembangunan infrastruktur berbasis APBD atau lewat program I Love Bandung," kata Ridwan. 

Pada kesempatan tersebut ia mengatakan, beberapa program yang telah diluncurkannya seperti Unit Reaksi Cepat Tambal Jalan, Kartu I Love Bandung, menjadi sinergi yang bermanfaat bagi warga Kota Bandung.

Jalan yang diperbaiki adalah akses warga dari dan menuju Gang Anom Kantor Koramil dan SMPN 33 di Kelurahan Babakan Tarogong yang sebelumnya sempat terputus. 

"Kondisi jalan sudah parah karena tergerus air yang mengalir karena terdapat gorong-gorong," kata salah seorang warga setempat, Entan Rustandi.

Menurut Entan, kondisi jalan yang rusak ini sebenarnya telah dilaporkan warga kepada instansi terkait. Namun karena kurangnya tanggapan, warga kemudian berinisiatif memperbaikinya secara mandiri, dan tentunya sangat terbantu oleh dukungan dari cawalkot Ridwan Kamil sekaligus bersedia mengecor jalan bersama.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Ny. Adah (57). Menurutnya, perbaikan jalan sangat membantu masyarakat. "Meski anggaran sangat terbatas, namun adanya support dari calon Wali Kota Bandung membuat warga simpati dan bertekad untuk memenangkan pasangan Rido," katanya.

Jeritan Status Anak Gaul atau Galau?


Dalam satu kesempatan saya pernah menerima pesan seperti ini di salah satu jejaring sosial ;
P354N 1N1 11131118UK71K4N 841-1W4 074K K174 8154 1113L4KUK4N 1-14L Y6 LU412 81454 1113N4KJU8K4N! P4D4 4W4LNY4 7312454 5UK412 74P1 5373L41-1 54111P41 D1841215 1N1 P1K1124N K174 8154 111311184C4NY4 53C4124 0701114715 74NP4 8312P1K112 841-1W4 K174 111311184C4 4N6K4. 84N664L41-1! K4123N4 1-14NY4 0124N6-0124N6 731273NTU Y4N6 8154 111311184C4 P35AN 1N1. PL3453 F012W412D 1F U C4N

Menurut si pengirim jika otak kanan kita bekerja dengan baik maka dengan cepat kita bisa beradaptasi dan membaca pesan itu. Ada-ada saja. Inikah tulisan alay yang menghebohkan tersebut? Saya kurang paham, tapi bila saya lihat jejaring sosial media memang banyak tulisan-tulisan seperti ini dikalangan anak-anak yang dulu sering kita sebut abege, mungkin sekarang sebutannya anak alay atau anak gaul?

Sudahlah kita tinggalkan bahasan mengenai tulisan diatas tersebut, mari kita masuk kepada bahasan judul yang saya angkat yaitu “jeritan status anak gaul atau alay?”. Kenapa seperti itu, karena astaghfirullah saya sering selewat terbaca status-status yang nota bene bukan hanya anak-anak saja tapi juga orang dewasa. 

Status tersebut sering mengumbar aib sendiri, juga tidak jarang mengumbar aib orang lain, atau keluh kesah, kondisi galau yang sedang dihadapi dan sebagainya. Kalo dahulu di zaman saya tahun 80’an orang-orang seperti itu disebut orang MPO singkatan dari (mencariperhatian orang) alias KUPER (kurangperhatian).Walhasil mereka sering membuat hal-hal yang pada tujuan akhirnya ingin dikomentari atau diperhatikan teman-teman atau khalayak umum.

Bagaimana Islam menuntun kita dalam memandang hal tersebut, mungkin pendekatan yang bisa saya hadirkan adalah bersandar dari dalil sebagaimana berikut ; ndariAbu Hurairah ra , ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Semua umatku akan ditutupi segala kesalahannya kecuali orang-orang yang berbuat maksiat dengan terang-terangan.

Masuk dalam kategori berbuat maksiat terang-terangan adalah bila seorang berbuat dosa di malam hari kemudian Allah telah menutupi dosanya, lalu dia berkata (kepada temannya): Hai Fulan! Tadi malam aku telah berbuat ini dan itu. Allah telah menutupi dosanya ketika di malam hari sehingga ia bermalam dalam keadaan ditutupi dosanya, kemudian di pagi hari ia sendiri menyingkap tirai penutup Allah dari dirinya. Zu berkata dan sesungguhnya termasuk dari Hijar (menampak-nampakkan dosa). (Shahih Muslim 2990-52).

Dari rujukan diatas sudah semestinya kita tidak menuliskan status-status beraura “negative” atau status-status yang membuka aib diri sendiri bahkan orang lain. Dikarenakan takut membuat orang lain pertama tidak nyaman, terinspirasi untuk ikut-ikutan melakukan hal buruk, lebih jauh lagi takut menjadi fitnah. Karenanya lebih baik menuliskan sesuatu yang baik, kata-kata penyemangat, atau kutipan-kutipan nasihat lebih jauh lagi hadist-hadist shahih atau ayat-ayat Quran yang mengingatkan. 

Ini akan jauh lebih menginspirasi, dan memberikan aura “positif”. Sebagaimana sahabat Umar bin Khattab mengatakan ;"Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lemah lembut". Walaupun kita berada di dunia maya dalam artian seakan tidak bertemu secara langsung tetapi tetap saja pada intinya kita bersilaturahim atau berinteraksi dengan sesama pengguna. 

Ucapkan salam terhadap sesama muslim sekalipun kita belum mengenalnya. Karena salam adalah bentuk saling mendoakan. Sebagaimana disampaikan oleh Abu Hurairahra, Rasulullah SAW bersabda: “Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam.” Beliau pun ditanya, “Apa saja, ya Rasulullah?” Jawab beliau, “Jika engkau bertemu dengannya, ucapkan salam kepadanya. Jika dia memanggilmu, penuhi panggilannya. Jika dia meminta nasihat kepadamu, berikan nasihat kepadanya. Jika dia bersin lalu memuji Allah, doakanlah dia. Jika dia sakit, jenguklah dia ;dan jika dia meninggal, iringkanlah jenazahnya.” (HR. Al-Bukhari no. 1240 dan Muslim no. 2162).

Itulah indahnya menebar salam, bahkan jika kita biasakan menebar salam tulus dengan keikhlasan karena Allah maka kita akan saling berkasih sayang dengan sesama. Sebagaimana dinukilkan oleh Abu Hurairahra bahwa Rasul SAW bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan tidak akan sempurna iman kalian hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kalian pada sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam diantara kalian.” (HR. Muslim no. 54). Al-Imam An-Nawawi menjelaskan, dalam hadits ini terdapat anjuran kuat untuk menyebarkan salam dan menyampaikannya kepada seluruh kaum muslimin, baik yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal. (Syarh Shahih Muslim, 2/35)

Dan jangan juga kita terjebak menulis status-status yang membangga-banggakan amal saleh atau dengan niat ingin disebut saleh/ah oleh orang-orang, apalagi jika ternyata itu hanya tulisan belaka dan tidak dikerjakan dikarenakan hanya untuk sekedar tujuan popularitas belaka. Sandarkanlah segala tujuan hanya dikarenakan ingin berdakwah atau mengajak dalam kebaikan, saling berbantu dalam kebajikan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. 

Sebagaimana Rasulullah SAW. bersabda: Barang siapa mencari popularitas dengan amal perbuatannya, maka Allah akan menyiarkan aibnya dan barang siapa yang riya dengan amalnya, maka Allah akanmenampakkan riyanya. (Shahih Muslim No.5302)

Kekuatan hati yang tulus tidak terbatas oleh waktu, ruang dan dimensi. Hati yang tulus mestilah terasa oleh kita semua.Walaupun dalam bentuk tulisan status sekalipun. Karenanya kedepankan hati yang bening dalam bersilaturahim dalam setiap kesempatan, sekalipun interaksi dalam jejaring sosial.

Jangan lagi membuat status-status galau, perkataan tidak berguna apalagi membuka aib sendiri, lebih jauh lagi membuka aib orang lain. Perbaikilah mulai dari sekarang, mari kita tampil dengan pribadi yang lebih baik. Pribadi yang tulus, bukan sekedar acting jaga image atau karena kebutuhan pencitraan belaka. Yuk bersegera kita bertobat sama-sama.

“Setiap orang mempunyai keaiban dan tidak ada seorang pun yang terlepas dari melakukan kesalahan. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap dari pada kamu adalah orang yang berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat.”( HR Ahmad).

Tidaklah lebih baik dari yang berbicara ataupun yang mendengarkan, karena yang lebih baik di sisi ALLAH adalah yang mengamalkannya.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb. 

Ustaz Erick Yusuf: pemrakarsa Training iHAQi – Integrated Human Quotient 
@erickyusuf 
erickyusuf@yahoo.com

Pelayan Ini Mendapat Uang Tip 4,4 Juta Karena Ramah


Unic29.com - Bagi pelayan restoran, mendapat tip dari pengunjung merupakan hal yang lumrah. Berbeda dengan pengalaman seorang pelayan ini. Ia mendapatkan tip yang jumahnya hampir 75 kali lipat dari total pesanan.

Dilansir mesammesme, Hal ini terjadi pada CeCe Bruce, seorang pelayan Steak n Shake Indianapolis, Amerika Serikat. Bruce mengaku selalu berusaha bersikap baik dan ramah kepada setiap pengunjung. Tetapi ia mendapat kejutan saat salah seorang pelangganya memberi tip dalam jumlah sangat besar.

Sebagai pekerja paruh waktu, Cece Bruce bekerja sambil berkuliah di Martin University, Indianapolis. Ia telah bekerja di restoran Steak n Shake selama 2 tahun.

Bruce mengaku sering mendapat tip selama bekerja disana, namun ia tidak menyangka ketika Nona Jo memberinya tip hingga 446 dollars atau sekitar Rp 4.400.000. Saat itu Nona Jo membayar pesanannya dengan kartu kredit.

Ketika melihat struk pembayaran, ia merasa bersyukur menerima tip sebesar 46 dollars, karena total pesanan Nona Jo hanya 6 dollars. Ternyata, CeCe Bruce salah melihat nominal yang tertera di struk, ia mendapat 446 dollars dari Nona Jo.

“Ketika saya melihat lagi, saya merasa tidak percaya dan saya bilang pada Nona Jo bahwa saya tidak bisa menerimanya. Tapi Nona Jo bilang bahwa saya harus menerimanya” ujar CeCe Bruce.

Sebagai general manager tempat Bruce bekerja, Greer Gooley tidak heran dengan jumlah tip besar yang selalu diterima Bruce. “Ia bekerja melebihi waktu yang seharusnya dan datang lebih awal. Ketika kami membutuhkannya, Bruce ada di sini. Jadi Bruce layak menerima ini,” ujar Gooley.

Menurut Gooley, kejadian ini menunjukkan bahwa ketika seseorang bekerja keras, maka hasilnya akan terbayar. “Akan ada orang di luar sana yang menghargai kerja keras Anda,” ujar Gooley.

Bruce mengaku akan menggunakan uangnya untuk membayar beberapa tagihan. Kemurahan hati Nona Jo ini mengejutkan beberapa pihak. Sebelumnya, pada tahun 2012, Denver Broncos yang merupakan bintang quarterback Peyton Manning memberi tip hingga 200 dollars.

Pada Mei lalu, seorang pelayan restoran, Greg Rubar menerima tip sebanyak 5.000 dollars dari pelanggannya yang hanya berbelanja 26 dollars. Menurut sang pelanggan, Rubar membutuhkan mobil baru untuk dirinya.

Mesin Baru Honda Mantap, Tim CRT Boleh Pakai


GILAMOTOR.com – Honda telah menyelesaikan tes mesin barunya untuk MotoGP musim depan di sirkuit Motegi, Jepang beberapa hari lalu. Diharapkan, mesin itu akan tersedia sebelum akhir musim 2013 ini. Pasalnya, mesin itu akan ditawarkan kepada tim privateer sebagai alternatif mesin untuk tim CRT tahun depan.

Honda belum mengumumkan secara detil spesifikasi mesin itu, tapi yang jelas mesin baru itu tidak mengaplikasi teknologi seamless gearbox seperti mesin tim pabrikan.

Honda mengakui bahwa produksi mesin itu mundur dari jadwal yang ditentukan, tapi dari hasil tes di Motegi, performanya melebihi ekspektasi mereka. ”Pengembangan model baru ini sedikit mundur dari jadwal tapi hasil tes menunjukkan lebih dari apa yang kami harapkan. Khususnya, dengan performanya,” ucap Shuhei Nakamoto, Vice President Honda Racing.

“Kami belum bisa mengumumkan nama atau spesifikasinya saat ini, tapi kami akan umumkan secara detil dalam kesempatan lain. Tak lama lagi,” katanya.

Shuhei mengatakan bahwa Honda masih mengembangkan mesin itu sampai regulasi teknik mesin MotoGP 2014 sudah diumumkan. Dan model baru itu akan dimumkan di akhir musim ini.

Burung Garuda Diambang Kepunahan


REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Keberadaan Burung Elang Jawa atau dikenal sebagai Burung Garuda kini menyedihkan. Burung yang menjadi lambang negara Indonesia itu kini diambang kepunahan.

Saat ini, populasi burung yang memiliki nama latin Nisaetus Bartelsi itu tinggal sekira 200 ekor di Pulau Jawa. Sementara di hutan lerang Gunung Merapi hanya tertinggal lima ekor. Guna menambah populasi, seekor Burung Elang Jawa jantan dilepasliarkan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada 26 Februari 2012. Burung itu berhasil hidup di ekosistem aslinya di hutan lereng Gunung Merapi.

"Di Merapi ini populasi ada lima ekor dan ditambah satu ekor yang dilepas beberapa waktu lalu. Kalau kami katakan, upaya pelepas liaran burung dengan habitat asli hutan Merapi tersebut cukup berhasil. Dan saat ini burung tersebut berhasil hidup di kawasan Merapi," kata Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Asep Nia Kurnia, Selasa (28/5).

Menurutnya, sepekan pascadilepaskan di lereng Merapi, Elang Jawa atau Nisaetus Bartelsi di kawasan TNGM Dusun Turgo, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman tersebut sempat kesulitan cari makanan. "Saat itu terpantau elang turun ke pemukiman warga dan sempat memangsa beberapa ekor ayam," katanya.

Ia mengatakan, namun setelah itu burung terpantau sudah kembali ke hutan Merapi dan tidak pernah turun lagi ke permukiman warga. "Burung tersebut berhasil hidup di hutan lereng Merapi. Untuk makanan sudah bisa berburu tikus hutan atau ular hutan," tuturnya menjelaskan.

Asep berharap burung Elang Jawa jantan yang berhasil dilepasliarkan tersebut dapat membantu mempercepat menambah populasi burung asli Merapi tersebut. "Sebelumnya populasi Elang Jawa di Merapi tinggal lima ekor, dan saat ini menjadi enam ekor. Kami akan terus memantau perkembangannya. Mudah-mudahan segera dapat membantu perkembangbiakan Elang Jawa lereng Merapi," ujarnya berharap.

Elang Jawa berjenis kelamin jantan tersebut telah menjalani rehabilitasi selama dua tahun di Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY), Kabupaten Kulon Progo. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta Ammy Nurwati mengatakan alasan pelepasan Elang Jawa di Lereng Merapi ini karena hutan wilayah ini memiliki karakter yang cocok untuk Elang Jawa.

"Selain itu alasan lain adalah di kawasan lereng Merapi ini terpantau ada Elang Jawa betina, sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan populasi," katanya mengakhiri.

Sedang Dilelang, Ferrari Enzo Ini Nyaris Terbakar


LOS ANGELES- Nasib baik masih memayungi pemilik Ferrari Enzo ini. Bagaimana tidak, Ferrari legendaris ini hampir saja dilahap si jago merah saat sedang dipajang di rumah lelang. 
Ferrari Enzo tersebut sedang dipamerkan dalam sebuah acara pelelangan di Amerika Serikat. Ferrari Enzo itu diparkir sebelahan dengan Bentley 1929. Apesnya, Bentley lawas tersebut tiba-tiba terbakar.

Api langsung membesar saat ada seseorang yang memainkan pedal gas Bentley 1929 itu. Padahal, Bentley tersebut tidak parkir sendirian dan petugas keamanan bergerak cepat untuk memadamkan api.

Bila Bentley tersebut tetap terbakar, bisa saja ikut menghanguskan Ferrari Enzo. Tidak hanya Enzo, di dekatnya juga ada Ferrai F40, F50 dan 288 GTO.

Ferrari Enzo adalah varian yang sudah pensiun dan di produksi antara 2002 sampai 2004. Tercatat hanya tersedia sebanyak 400 unit dengan hanya satu gaya bodi plus dua jok Berlinetta.

Ferrari Enzo memiliki mesin di tengah dengan 12 silinder yang dikawinkan dengan transmisi otomatis enam percepatan.. Kini Enzo telah digantikan perannya oleh Ferrari LaFerrari, sebagai supercar hybrid pertama milik Ferrari.

Yamaha Mio J, Modal Lem Goceng Juara 2 Kelas Fashion Standar


Agak bingung juga ketika melihat Yamaha Mio J dengan tema batik ini. Setelah diteliti lebih jauh, ternyata ini motif ini bukan hasil goresan tangan melalui pen brush. Melainkan, kain batik yang ditempel ke bodi motor. Kok biasa ya! Apalagi hasilnya kilap bagaikan cat yang dipernish.

“Modalnya dari lem super yang biasa dijual di pedagang kaki lima. Itu lho, lem yang harganya goceng (Rp 5000; red),” ungkap Slamet Joko Sutopo selaku pemilik Mio J yang berhasil menuai Juara ke-2 di kelas Fashion Standar ini.

Olehnya, kain ditempel dulu di bodi. Setelah itu, dioleskan lem super hingga kering. Proses ini dilakukan berulang. “Sisanya tinggal ampelas dan pernish seperti cat biasa” kata pria yang tinggal di Sunter, Jakarta Utara dan mengusung bengkel modifikasi Golden Matic Jakarta itu. (motorplus-online.com)

6 Juni Cuti, Ayi Segera Serahkan Rumah-Mobil Dinas



INILAH, Bandung - Ayi Vivananda akan menjalani cuti sebagai Wakil Wali Kota Bandung terhitung mulai 6 Juni nanti . Orang nomor 2 di Bandung ini akan memasuki kesibukannya sebagai Calon Wali Kota Bandung.

"Saya akan cuti tanggal 6 Juni nanti. Saya cuti di luar tanggungan negara," kata Ayi usai peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-41 di Gedung Servaguna Plaza Balai Kota Jalan Wastukencana Kota Bandung, Selasa (28/5/2013).

Dia menuturkan, saat cuti nanti dirinya akan menyerahkan kunci rumah dinas dan kendaraan dinas ke Pemkot Bandung. Dia akan menjalani kehidupan seperti sebelum menjabat Wakil Wali Kota Bandung.

"Saya pindah ke tempat kelahiran di Gang Setiabudi Dalam Kecamatan Cidadap. Saya kan harus taat pada aturan," tandasnya.

Senin, 27 Mei 2013

Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda menghadiri acara Lepas Sambut Lurah Pasirluyu



BANDUNG, --Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda menghadiri acara Lepas Sambut Lurah Pasirluyu Kecamatan Buah Batu yang berlangsung di Showroom MSS Jl Pasirluyu Selatan, Minggu Pagi (26/05).

Menyambut kedatangan Ayi pagi itu, Camat Regol Asep Haryadi dan Kabag Pemerintahan Umum Sekretariat Daerah Kota Bandung Medi beserta jajaran Lurah dan Muspika juga menghadiri acara tersebut.

Mengawali acara tersebut Lurah Lama Kelurahan Pasirluyu Komarudin mengungkapkan bahwa dirinya mengucapkan banyak terima kasih kepada warga Pasirluyu dan segenap aparaturnya serta para RT dan RW nya karena tanpa mereka dirinya tak mungking bisa melaksanakan tugasnya sebagai Lurah.

"Alhamdulillah saya telah bekerja bersama warga Pasirluyu selama 8 tahun dan saya mengucapkan banyak terima kasih pada rekan-rekan warga yang telah banyak membantu saya terutama para RT dan RW serta aparatur lainnya," paparnya.

IDE berjanji: Pertahun, setiap kecamatan dapat Rp1 M



Sindonews.com - Meski belum memasuki masa kampanye, namun beberapa kandidat Cawalkot-Cawawalkot Bandung sudah mulai menggembar-gemborkan apa yang akan dilakukannya jika terpilih nanti.

Seperti halnya pasangan MQ Iswara-Asep Dedy Ruyadi (IDE). Cawawalkot Bandung nomor urut enam Asep Dedy Ruyadi menjanjikan alokasi anggaran Rp1 miliar per kecamatan per tahunnya.

“Agar tidak ada pengakuan dari setiap kandidat, maka pencairannya nanti saja kalau penyelenggaraan pilkada sudah berakhir. Kami ingin uang rakyat itu benar-benar dirasakan rakyat karena kita tidak ingin mendapatkannya rapot merah," ucap Asep dalam rilisnya, Selasa (28/5/2013).

Menurut pasangan Cawalkot MQ Iswara ini, selain alokasi dana tersebut, dari hasil perencanaan juga dibutuhkan sekitar Rp700 miliar untuk pembangunan infrastruktur dan penanganan sampah.

“Belakangan ini warga kota termasuk pendatang cukup direpotkan dengan jalan bolong. Anggaran itupun bisa dimanfaatkan untuk menambah beberapa mobil pick up dan motor motor roda tiga sebagai sarana pengangkut sampah,” kata Asep yang juga menjabat seabgai Wakil Ketua DPRD Kota Bandung itu.

Seperti diketahui, saat ini terdapat 30 kecamatan yang ada di Kota Bandung. Jika pemberian anggaran Rp1 miliar terealisasi, artinya Pemkot Bandung harus menggelontorkan dana Rp30 miliar pertahunnya.

Antisipasi Politik Uang, KPU,Partai,Persorangan dan Masyarakat Diminta Buat Perjanjian



BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pengamat politik sekaligus aktivis gerakan mahasiswa 98 Fadjroel Rachman, menuturkan bahwa langkah untuk mengantisipasi terjadinya politik uang di Pilkada adalah dengan perjanjian antara partai pengusung kandidat atau perseorangan, KPU dan masyarakat. 


“Kita kembalikan lagi kepada nilai kultural di daerah, contohnya Bandung yang sesuai dengan kultur Sunda,” kata Fajroel dalam diskusi yang digelar KPU Kota Bandung, di D’Palm Jalan Lombok Bandung, Senin (27/5).

Hal itu dilakukan, menyusul tidak ada satu keputusan MK pun yang membatalkan hasil Pilkada lantaran kasus Money politic. 

“Terakhir, gugatan Oneng (Rieka) ke MK terkait dugaab money politic oleh pemenang di Pilgub Jabar,” katanya.

Menurutnya, dengan perjanjian tersebut, baik partai atau perseorangan yang terbukti melakukan money politic, bisa disanksi oleh KPU dengan pencabutan kemenangan karena telah melanggar perjanjian. 

“Dengan melanggar perjanjian artinya mengkhianati masyarakat, bila dia setia pada perjanjian maka dia akan turun,” jelasnya.

Jumlah Calon Terlalu Banyak



BANDUNG– Delapan pasangan calon yang bersaing di Pilwakot Bandung 2013 terlalu banyak. Apalagi, empat pasangan di antaranya adalah calon independen. 

“Hal tersebut hanya akan menghilangkan arti kehadiran pasangan independen itu sendiri,” ungkap pengamat politik dari Reform Institute Yudi Latif di d’Palm, Jalan Lombok, Kota Bandung, kemarin. 

Kedelapan pasangan calon itu adalah nomor urut 1 Edi Siswadi- Erwan Setiawan (Partai Demokrat, PPP, Partai Hanura, PBB, PKB, PKPI), nomor urut 2 Wahyudin Karnadinata-Tonny Apriliani (independen), nomor urut 3 Wawan Dewanta-M Sayogo (independen), nomor urut 4 M Ridwan Kamil-Oded M Danial (PKS-Partai Gerindra), nomor urut 5 Ayi Vivananda-Nani Suryani (PDIP-PAN), nomor urut 6 MQ Iswara-Asep Dedi Ruyadi (Partai Golkar), nomor urut 7 Budi Setiawan-Rizal Firdaus (independen), dan nomor urut 8 Bambang Setiyadi-Alex Tahsin (independen). 

Idealnya, kata Yudi, hanya ada satu pasangan perseorangan dalam setiap pemilihan kepala daerah, baik pemilihan kepala daerah provinsi maupun kabupaten/kota. Dengan begitu, suara masyarakat yang menginginkan pemimpin dari jalur nonpartai akan tertuju hanya kepada satu pasangan. Namun, jika jumlah pasangan perseorangan lebih dari satu, hal ini hanya akan memecah suara pemilih independen. 

Hal itu hanya akan berdampak terhadap tidak maksimalnya raihan suara pasangan dari jalur nonpartai. “Jadi, jika hanya ada satu calon independen, kehadirannya benar-benar berarti dan mewakili pemilih yang sudah jenuh dengan pasangan dari partai. Ke depannya mengapa tidak diberlakukan aturan yang membatasi jumlah pasangan independen demi efektivitas kehadiran pasangan independen itu sendiri?” kata Yudi. 

Lain halnya dengan Yudi, pengamat politik yang juga mantan aktivis, Fadjroel Rahman, justru mendukung politisi dari jalur perseorangan dalam setiap pemilihan kepala daerah. Menurut dia, hal itu sejalan dengan semangat dan tujuan disahkannya undang-undang yang memperbolehkan pasangan independen dalam sistem demokrasi Indonesia. 

“Ketika (jalur) independen diupayakan, tujuannya merombak tatanan politik yang hanya dibangun sistem kepartaian. Sekarang ketika independen diperbolehkan, biarkan saja semua orang memanfaatkannya tanpa perlu dibatasi, asalkan pencalonannya memenuhi syarat dan sesuai aturan,” kata Fadjroel. 

Diberlakukannya syarat harus meraih dukungan sedikitnya 3% dari jumlah penduduk, dinilai Fadjroel, terlalu berat bagi pasangan independen. “Di Amerika Serikat saja yang merupakan negara demokrasi terbesar, dukungan yang harus diraih calon independen itu hanya 1% dari jumlah penduduk,” ucapnya. 

Fadjroel juga mengakui, raihan suara tidak akan maksimal jika jumlah pasangan independen lebih dari satu dalam setiap pemilihan kepala daerah. Potensi terpecahnya suara pemilih akan terjadi jika pasangan independen berjumlah lebih dari satu. 

Kondisi itu pun akan terlihat dalam Pilwalkot 2013. Peluang pasangan independen akan sulit dalam pemilihan orang nomor 1 di ibu kota Provinsi Jawa Barat itu.

Apa! Pasangan Independen di Pilwalkot Bandung Terlalu Banyak



BANDUNG,FOKUSJabar.com: Pengamat politik dari Reform Institut, Yudi Latief menyayangkan banyaknya pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung dari jalur independen di Pilwalkot Bandung 2013. Bahkan menurutnya, itu hanya akan menghilangkan arti dari kehadiran mereka (independen)..

“Idealnya, hanya ada satu pasangan dari perseorangan di setiap pemilihan kepala daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Dengan begitu, suara masyarakat yang menginginkan pemimpin dari kalur non partai akan tertuju hanya kepada satu pasangan,’ katanya di D’Palm, Jalan Lombok, Senin (27/5).

Dengan kata lain, jika jumlah pasangan perseorangan lebih dari satu, hanya akan memecah suara pemilih independen dan hanya akan berdampak pada tidak maksimalnya raihan suara pasangan dari jalur perseorangan. Berbeda jika pasangan perseorangan yang hanya satu, dimana kehadirannya benar-benar berarti dan mewakili pemilih yang jenuh dengan pasangan dari partai.

“Ke depannya, mengapa tidak, jika diberlakukan aturan yang membatasi jumlah pasangan non partai. Ya jelasnya demi efektivitas kehadiran pasangan independen itu sendiri,” terangnya.

30 Tentara 'hantu' Garuda, kalahkan 3.000 gerilyawan Kongo



Kiprah Pasukan Garuda kembali menuai prestasi. 167 Prajurit TNI di Haiti yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXII-B/MINUSTAH (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haiti) menerima penghargaan Medali PBB.

Pasukan perdamaian dari Indonesia selalu bisa diterima dengan baik di negara penugasan. Sejak Kontingen Garuda I bertugas di Mesir tahun 1957, sejak itulah pasukan baret biru di bawah PBB ini mengharumkan nama bangsa.

Ada cerita menarik soal Pasukan Garuda. 30 Pasukan Garuda berhasil membekuk 3.000 gerilyawan di Kongo berbekal akal bulus dan kecerdikan. 

Ceritanya, Desember 1962 di Kongo sedang bergolak. Kontingen Garuda III (Konga III) di bawah pimpinan Kolonel Kemal Idris berangkat sebagai pasukan perdamaian di bawah UNOC (United Nations Operation in the Congo). 

Saat itu kelompok milisi di bawah pimpinan Moises Tsommbe ingin lepas dari pemerintah Republik Demokratik Kongo pimpinan Presiden Kasavubu. Rakyat sipil pun segera menjadi korban pertikaian antar milisi dan tentara pemerintah.

Pasukan Garuda III segera dikenal karena keluwesannya bergaul. Banyak Singkong di Kongo, pasukan TNI pun mengajarkan bagaimana cara mengolah masakan Indonesia, membuat kue, serta menyayur daun singkong sehingga enak dimakan. Selama ini rakyat Kongo hanya mengolah singkong menjadi tepung yang rasanya tidak enak.

Suatu hari, terjadi serangan yang dilakukan 2.000 gerilyawan Kongo ke markas Pasukan Garuda. Saat itu markas hanya dipertahankan 300 tentara. Setelah baku tembak berjam-jam, gerilyawan dapat dipukul mundur. Untungnya tak ada korban di pihak Indonesia.

Serangan balasan pun segera dirancang untuk menangkap para pemberontak. Letjen Kemal Idris menceritakan hal ini dalam buku biografi, Kemal Idris, bertarung dalam revolusi terbitas Sinar Harapan.

"Kami melakukan penyerangan di malam hari dengan kapal yang digelapkan di atas danau Tanganyika, tidak berapa jauh dari daerah Albertville. Pasukan kami yang berkekuatan 30 orang menyamar sebagai hantu," beber Kemal Idris.

Kemal tahu 3.000 pemberontak itu sangat percaya takhayul. Mereka takut pada hantu spritesses yang digambarkan berwarna putih dan melayang-layang di waktu malam. Maka 30 anggota pasukan garuda itu berpakaian jubah putih dan segera menyerang.

"Melihat sosok-sosok putih bergerak-gerak, semangat mereka hilang sama sekali dan segera menyerah," kata Kemal.

Dalam operasi kilat itu, ribuan gerilyawan Kongo ditangkap. Senjata-senjata mereka yang ternyata lumayan canggih disita. Dalam peristiwa itu hanya seorang prajurit TNI yang cidera. Salah seorang gerilyawan yang panik saat digerebek, melemparkan ayam yang tengah dibakarnya pada tentara kita.

"Sejak itu, anggota Garuda III di kenal oleh orang-orang Kongo dengan julukan Les Spiritesses, pasukan yang berperang dengan cara yang tidak biasa dilakukan orang," kata Kemal bangga.

Letnan Jenderal Kadebe Ngeso dari Ethopia mengaku bangga atas keberhasilan pasukan Indonesia menangkap 3.000 lainnya tanpa jatuh korban. Namun dia pun meminta ke depan cara-cara unik seperti itu tidak dilakukan. Karena risiko terlalu besar dan sangat membahayakan.

Ini anak rimba pertama yang lulus UN SMA



Besudut, menjadi yang pertama dan satu satunya siswa asal Orang Rimba Jambi yang lulus Ujian Nasional (UN) SMA dan Sederajat 2013. Kepala Sekolah SMAN 14 Tebo, Suparjo mengatakan, Besudut mendapatkan nilai UN 32,2 dengan nilai tertinggi mata pelajaran Matematika 6,25.

Keberhasilan Besudut lulus UN menjadi prestasi baginya karena merupakan satu-satunya Orang Rimba Jambi yang berhasil menamatkan pendidikan formal hingga ke lanjutan tingkat menengah atas.

"Alhamdulillah seluruh siswa di sekolah kami dinyatakan lulus 100 persen, termasuk Besudut dengan memperoleh hasil yang cukup baik," ujar Suparjo di Jambi, Minggu (26/5).

Menurut dia, Besudut yang dikenal dengan nama Irman Jalil termasuk siswa yang tekun dan rajin dalam belajar dengan segala keterbatasannya. Besudut biasanya datang ke sekolah lebih pagi dibandingkan teman-teman lainnya.

Meski menjadi Orang Rimba Jambi pertama yang lulus UN tingat sekolah atas, Besudut enggan berpuas diri. Mimpinya untuk bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi menurutnya akan terus diperjuangkan.

"Saya akan terus berusaha untuk belajar agar bisa melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Saya ingin membuktikan mampu untuk sekolah tinggi sama dengan kelompok masyarakat lainnya," ujar Besudut.

Sementara itu, Manajer Komunikasi Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, Rudi Syaf mengatakan, kelulusan Besudut pada UN dipandang sebagai suatu keberhasilan.

"Karena mengingat Besudut adalah satu-satunya Orang Rimba yang berhasil menamatkan sekolah tingkat atas secara formal," ujarnya.

Agar cita cita Besudut untuk sekolah lebih tinggi lagi bisa tercapai, perlu dukungan berbagai pihak untuk membantu pembiayaannya.

Masalah ekonomi bagi siswa Orang Rimba menjadi salah satu kendala, akibat kemarjinalan dan kondisi finansial yang tidak memungkinkan.

Keberhasilan Besudut ini juga diharapkan dapat memacu semangat generasi Orang Rimba Jambi yang saat ini telah 12 orang mengecap pendidikan di SMP dan 53 orang lainnya di sekolah dasar (SD).