Pages

Kamis, 27 Juni 2013

Rapat Pleno Pilwalkot Bandung Hanya Dihadiri Satu Saksi



BANDUNG, TRIBUN - KPU Kota Bandung menggelar puncak acara dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bandung 2013 di Bandung Convention Center (BCC), Jalan Soekarno-Hatta, Jumat (28/6). Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara ini tampak lengang.

Kelima komisioner hadir memimpin rapat pleno, serta Panwaslu Kota Bandung dan Panitia Pemilihan Kecamatan dari 30 Kecamatan. Sofa yang disiapkan untuk jajaran Muspida tampak hanya diisi beberapa orang. Saksi yang hadir pun hanya saksi dari pasangan calon nomor urut 4, Ridwan Kamil-Oded M Danial.

Di luar area BCC, sekitar 40 orang dari LSM Gerakan Ganyang Mafia Hukum berunjuk rasa menolak penyelenggaraan Pilwalkot Bandung yang dianggap tidak jujur dan adil, banyak pelanggaran serta banyak kecurangan.

Tunggu Saksi, Penghitungan Suara Pilwalkot Molor



INILAH.COM, Bandung - Hari ini, Jumat (28/6/2013), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara manual Pilwalkot Bandung 2013 di Gedung Bandung Convention Center (BCC), Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung.

Berdasarkan jadwal, rapat pleno akan digelar pukul 08.00 WIB. Namun hingga pukul 09.00 WIB, rapat belum juga dimulai. Menurut informasi, molornya rapat tersebut disebabkan belum hadirnya sejumlah saksi dari 8 pasangan calon.

Pantauan INILAH.COM di Gedung BCC, sejumlah aparat kepolisian tampak berjaga-jaga di pelataran parkir Gedung BCC. Selain itu, mereka juga mengawal ketat pintu masuk. Hanya tamu yang punya undangan bisa memasuki gedung.

Pilwalkot Bandung sendiri diramaikan delapan pasangan kandidat. Empat pasangan calon dari jalur parpol, dan empat pasang dari jalur perorangan atau independen. Mereka yakni Edi Siswadi-Erwan Setiawan, Wahyudin Karnadinata-Toni Apriliani, Wawan Dewanta-M Sayogo, Ridwan Kamil-Oded Danial, Ayi Vivananda-Nani Suryani, MQ Iswara-Asep Dedi Ruyadi, Budi Setiawan-Rizal Firdaus, Bambang Setiadi-Alex Tahsin.

Pemenang Pilwalkot Bandung adalah kandidat yang meraih suara di atas 30%. Polisi mengerahkan 540 aparat gabungan untuk mengawal pengamanan rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pilwalkot 2013 tersebut.

6 Kandidat Gugat Pelaksanaan Pilwakot Bandung ke MK

Bandung - Enam pasangan calon yakni Edi Siswadi-Erwan Setiawan, Wahyudin Karnadinata-Toni Apriliani, Wawan Dewanta-M Sayogo, Ayi Vivananda-Nani Suryani, Budi Setiawan-Rizal Firdaus, dan Bambang Setiadi-Alex Tahsin sepakat untuk menggugat KPU, Panwaslu dan pasangan calon no 4 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Koalisi Gerakan Masyarakat Cinta Bandung (GMCB) Tomtom Dabbul Qomar kepada wartawan, Kamis (27/6/2013).

"Apabila hasil raiahan suara sudah ada, kami terima. Karena masalah menang dan kalah itu biasa. Namun, yang kami permasalahkan, adalah proses dari Pilkada itu sendiri," ujarnya.

Menurut Tomtom, gugatan yang diajukan yakni terkait penyelenggaraan pemilukada oleh dan dugaan politik uang yang dilakukan pasangan calon nomor urut 4.

"Dalam proses pemilukada, banyak prosedur yang dilanggar tidak sesuai ketentuan. Di antaranya, cetakan surat suara kualitas tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditandatangani," ujar Tomtom.

Tomtom menilai kerusakan surat suara jumlahnya tidak wajar yakni sejumlah 28 ribu lebih. Tomtom menambahkan, surat suara yang sudah di kirim ke kecamatan pun masih banyak yang rusak seperti sudah dicoblos.

"KPU juga kurang sosialisasi sehingga banyak golput lebih dari 40 persen dan Panswas tidak bekerja maksimal. Banyak kelalaian dan pembiaran," ujar Tomtom.

Selain itu, koalisi ini juga akan menggugat pasangan calon yang diduga telah melakukan politik uang dan berkampanye di luar jadwal, bahkan di saat masa tenang.

"Kami menganggap pasangan tersebut melakukan kecurangan yang sistematis, dan terstruktur. Silahkan saja KPU rapat pleno, kami akan datang dengan 1.000 orang untuk menyampaikan aspirasi," ujar Tomtom.

Sementara itu, dihubungi terpisah calon Wali Kota Bandung no 6 Iswara mengaku tidak akan ikut mengggat. Ia menerima hasil Pilwalkot ini dengan legowo.

"Saya sudah menerima hasil Pilwalkot ini. Saya juga sudah mengucapkan selamat kepada pasangan Rido atas hasil sementara Pilwalkot, "ujar Iswara lewat pesan singkatnya melalui blackberry messenger.

Iswara mengaku saat ini sedang fokus untuk mengevaluasi terkait kinerja partai. "Saya sakarang sedang mengevaluasi kinerja partai Golkar Kota Bandung. Energi yang ada kita fokuskan untuk menghadapi Pileg dan Pilpres 2014," jelasnya.

Iswara tidak menggugat karena setelah melihat hasil quick count semua lembaga survey relatif sama. 

"Untuk itu kami menitipkan kepada yang menang agar dapat membuat Bandung lebih baik, lebih nyaman dan menjadi kota termaju di Indonesia," ujar Iswara.

Demo Warnai Rekapitulasi Pilwalkot Bandung



Bandung - Demonstrasi mewarnai sidang pleno rekapitulasi penghitungan akhir perolehan suara pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Bandung periode 2013-2018 oleh KPU. Massa menggelar unjuk rasa di depan gerbang Bandung Convention Centre (BCC), Jalan Soekarno Hatta No.354. Mereka menuding pelaksanaan Pilwalkot 2013 masih dinodai pelanggaran.

Puluhan orang itu tergabung LSM Gerakan Ganyang Mafia Hukum. "Tolak penyelenggaraan Pilwalkot Bandung yang tidak jurdil," ucap Koordinator Aksi, Torkis Parlaungan Siregar, saat berorasi di lokasi aksi, Jumat (28/6/2013).

Torkis menilai disinyalir penyelenggaraan Pilwalkot 2013 terjadi kecurangan serta pelanggaran seperti praktik politik uang yang mewarnai aktivitas kampanye. "Tapi tidak ada sanksi yang dilakukan KPU dan Panwaslu. Seolah-olah dibiarkan yang justru merendahkan nilai-nilai demokrasi," ucapnya.

Pedemo pun menyindir kinerja KPU Kota Bandung soal tingkat partisipasi pemilih dalam pelaksanaan Pilwalkot. Demonstran menuding partisipasi masyarakat yang tidak menyampaikan hak pilihnya atau golongan putih (golput) sebanyak 43 persen itu merupakan bentuk penyelenggaraan Pilwalkot Bandung 2013 yang tidak profesional.

"Pilwalkot disebut berhasil jika partisipasi publik besar atau minim golput. Kami menuntut komisioner KPU dan Panwaslu Kota Bandung mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik," papar Torkis.

Pedemo membawa bendera LSM Gerakan Ganyang Mafia Hukum, serta membentangkan spanduk bertulis 'Rakyat Tolak Pilwalkot yang Tidak Jurdil dan Penuh Kecurangan'. Puluhan polisi menjaga ketat selama massa menyampaikan aspirasinya.

Minggu, 23 Juni 2013

20RIBU RELAWAN SIM SIAP MEMENANGKAN BDH-SAID



SURABAYA (suarakawan.com) – Sebanyak 20 ribu relawan non partai yang berada di bawah naungan Yayasan Saleh Ismail Mukadar (Y’SIM).

Mereka menyebut dirinya sebagai Relawan SIM menyatakan siap memenangkan Bambang DH – Said Abdullah dalam Pilgub Jatim pada Agustus 2013 mendatang.

Relawan SIM yang dideklarasikan pada Minggu (23/06) di Empire Palace Surabaya itu sesuai namanya berasal dari aktifitas H Saleh Ismail Mukadar SH selaku anggota DPRD Jawa Timur.

Saleh yang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan selama ini dikenal aktif melakukan kegiatan reses dan penjaringan aspirasi masyarakat (jasmas).

Saleh mengatakan bahwa relawan SIM dibentuk Saleh dari hasil melakukan kegiatan reses dan jasmas selama menjadi anggota dewan. Relawan ini berasal dari berbagai kalangan masyarakat.

“Selama bertahun-tahun saya melakukan kegiatan reses, ketemu warga dan memberikan bantuan jasamas, tidak pernah sekalipun saya meminta bantuan atau imbalan kepada mereka. Baru kali ini mereka saya kumpulkan,” kata Saleh Ismail Mukadar, di Surabaya, Minggu (23/06).

Maka itu ke depan Saleh berharap ada kerelaan dan keihklasan hati bagi yang diundang untuk menjadi Relawan SIM dan berjuang bersama-sama memenangkan pasangan calon gubernur Bambang DH-Said Abdullah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim periode mendatang.

“Sebagai orang PDI Perjuangan wajar kalau jaringan yang selama ini sudah terkoneksi, saya arahkan untuk memenangkan Pak Bambang DH,” ujar mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya itu.

Relawan SIM yang dideklarasikan dihadapan Drs Bambang Dwi Hartono MPd dan sejumlah pengurus PDI Perjuangan diketuai Rudi Rosadi dan Mukhlis Amal sebagai sekretaris dan bendahara Syarief Tualeka.

Relawan SIM juga membentuk struktur koordinator wilayah Surabaya dan Sidoarjo serta Ketua Dapil se-Surabaya. Sebagai sekretariatnya didirikan Gubuk Aspirasi di Jalan Pogot VII No 15 Surabaya.

Sementara itu Ketua Relawan SIM, Rudi Rosadi mengatakan data masyarakat yang selama ini pernah menerima bantuan jasmas melalui Saleh Ismail Mukadar sebagai aspirator dewan tercatat dengan rapi, by name, by address.

Jumlahnya hampir 20 ribu orang, yang terbagi dalam ratusan kelompok masyarakat. Ketua-ketua kelompok berikut sebagian anggotanya tersebut yang diundang di Empire Palace dan menjadi anggota Relawan SIM. “Kami menyebar 2.500 undangan,” katanya.

Menurut Rudi, ada tiga momen beruntun yang menjadi tugas Relawan SIM, yaitu event Pemilihan Gubernur Jawa Timur pada 29 Agustus 2013, Pemilihan Legislatif pada 9 April 2014 dan terakhir Pemilihan Presiden 9 Juli 2014. Dibawah komando Saleh Mukadar, para Relawan SIM akan berupaya maksimal untuk memenangkan ketiga event tersebut. Dari tiga event tersebut sudah jelas dua gawe yang menjadi pekerjaan rumah Relawan SIM, yaitu mendukung pasangan Bambang-Said untuk menjadi Gubernur Jawa Timur dan kedua menjadikan Saleh Mukadar sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019.

“Karena kami berada dibawah komando pak Saleh maka jelas untuk gawe pemilu legislatif kami berada dibelakang pak Saleh dan menudukung beliau menjadi anggota DPR RI,” tegas Rudi.

Sebelumnya, pada DCS, Saleh Mukadar tercatat sebagai caleg DPR RI dari PDI Perjuangan Dapil Jatim 1 (Surabaya-Sidoarjo) nomor urut 2.

Ribuan Relawan Y'SIM Siap Menangkan Bambang-Said



Surabaya - Pasangan bakal calon gubernur-bakal calon wakil gubernur Bambang DH-Said Abdullah mendapatkan dukungan dari Yayasan Saleh Ismail Mukadar (Y'SIM). Ribuan relawan Y'SIM ini siap mensosialisasikan pasangan yang diusung PDIP, untuk menang dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2013.

"Relawan SIM siap mendukung dan memenangkan pasangan Bambang-Said," kata Ketua Relawan Y'SIM, Rudi Rosadi, kepada wartawan di sela acara deklarasi Relawan Y'SIM di Empire Palace Surabaya, Minggu (23/6/2013), yang dihadiri bacagub Bambang DH.

Rudi menambahkan, agenda Relawan SIM selain memenangkan Bambang-Said di Pilgub Jatim 2013, juga ada agenda lainnya yakni di Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 9 April 2014 dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014.

Relawan SIM yang berkantor di Gubuk Aspirasi di Jalan Pogot VII Surabaya ini, juga membentuk struktur koordinator wilayah Surabaya dan Sidoarjo serta ketua dapil se-Surabaya

"Kami berada di bawah komando Pak Saleh (Saleh Ismail Mukadar), jelas mensukseskan Pak Saleh sebagai anggota DPR RI dari PDI Perjuangan," ujarnya.

Sementara itu, Saleh Ismail Mukadar anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim yang akan maju sebagai caleg DPR RI ini mengatakan, relawan tersebut berasal dari berbagai kalangan masyarakat.

"Selama bertahun-tahun saya melakukan kegiatan reses, bertemu warga dan memberikan bantuan jasmas (penjaringan aspirasi masyarakat), tidak pernah sekalipun saya minta bantuan atau imbalan kepada mereka. Ya baru kali ini mereka seluruhnya saya kumpulkan," kata Saleh.ggu (23/6).

Mantan pengurus PSSI ini berharap, relawan SIM yang diundang, rela dan ikhlas berjuang bersama-sama memenangkan pasangan Bambang-Said sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim periode mendatang.

"Sebagai orang PDI Perjuangan wajar kalau jaringan yang selama ini sudah terkoneksi, saya arahkan untuk memenangkan Pak Bambang DH (Bambang-Said)," jelas mantan Ketua DPC PDIP Kota Surabaya.

Saleh Mukadar Bentuk Relawan SIM



Surabaya (beritajatim.com) - Dukungan terhadap pasangan calon Gubernur Jatim asal PDI Perjuangan, Bambang DH - Said Abdullah terus menguat. Kali ini datang dari relawan non partai yang berada dibawah naungan Yayasan Saleh Ismail Mukadar (Y'SIM). Mereka menyebut dirinya sebagai Relawan SIM. 

Relawan SIM yang dideklarasikan pada Minggu (23/6) di Empire Palace Surabaya itu sesuai namanya berasal dari aktifitas H Saleh Ismail Mukadar SH selaku anggota DPRD Jawa Timur. Saleh yang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan selama ini dikenal aktif melakukan kegiatan reses dan penjaringan aspirasi masyarakat (jasmas). 

Relawan SIM dibentuk Saleh dari hasil melakukan kegiatan reses dan jasmas selama menjadi anggota dewan. Relawan ini berasal dari berbagai kalangan masyarakat. “Selama bertahun-tahun saya melakukan kegiatan reses, ketemu warga dan memberikan bantuan jasamas, tidak pernah sekalipun saya meminta bantuan atau imbalan kepada mereka. Baru kali ini mereka saya kumpulkan,” kata Saleh Ismail Mukadar, seperti dalam rilis yang dikirim ke redaksi beritajatim.com, Minggu (23/6). 

Saleh berharap ada kerelaan dan keihklasan hati bagi yang diundang untuk menjadi Relawan SIM dan berjuang bersama-sama memenangkan pasangan calon gubernur Bambang DH-Said Abdullah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim periode mendatang. “Sebagai orang PDI Perjuangan wajar kalau jaringan yang selama ini sudah terkoneksi, saya arahkan untuk memenangkan Pak Bambang DH,” ujar mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya itu. 

Relawan SIM yang dideklarasikan dihadapan Drs Bambang Dwi Hartono MPd dan sejumlah pengurus PDI Perjuangan diketuai Rudi Rosadi dan Mukhlis Amal sebagai sekretaris dan bendahara Syarief Tualeka. Relawan SIM juga membentuk struktur koordinator wilayah Surabaya dan Sidoarjo serta Ketua Dapil se-Surabaya. Sebagai sekretariatnya didirikan Gubuk Aspirasi di Jalan Pogot VII No 15 Surabaya. 

Menurut Ketua Relawan SIM, Rudi Rosadi data masyarakat yang selama ini pernah menerima bantuan jasmas melalui Saleh Ismail Mukadar sebagai aspirator dewan tercatat dengan rapi, by name, by address. Jumlahnya hampir 20 ribu orang, yang terbagi dalam ratusan kelompok masyarakat. Ketua-ketua kelompok berikut sebagian anggotanya tersebut yang diundang di Empire Palace dan menjadi anggota Relawan SIM. “Kami menyebar 2.500 undangan,” katanya. 

Menurut Rudi, ada tiga momen beruntun yang menjadi tugas Relawan SIM, yaitu event Pemilihan Gubernur Jawa Timur pada 29 Agustus 2013, Pemilihan Legislatif pada 9 April 2014 dan terakhir Pemilihan Presiden 9 Juli 2014. Dibawah komando Saleh Mukadar, para Relawan SIM akan berupaya maksimal untuk memenangkan ketiga event tersebut. Dari tiga event tersebut sudah jelas dua gawe yang menjadi pekerjaan rumah Relawan SIM, yaitu mendukung pasangan Bambang-Said untuk menjadi Gubernur Jawa Timur dan kedua menjadikan Saleh Mukadar sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019. “Karena kami berada dibawah komando pak Saleh maka jelas untuk gawe pemilu legislatif kami berada dibelakang pak Saleh dan menudukung beliau menjadi anggota DPR RI,” tegas Rudi. Pada DCS, Saleh Mukadar tercatat sebagai caleg DPR RI dari PDI Perjuangan Dapil Jatim 1 (Surabaya-Sidoarjo nomor urut 2.

Quick Count JSI Menangkan Pasangan Rido, Suara di Atas 40 Persen



Bandung - Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung Ridwan Kamil-Oded M Danial melesat meninggalkan 7 pasangan lainnya berdasarkan hasil quick count yang digelar oleh Jaringan Suara Indonesia (JSI), Minggu (23/6/2013). Pasangan nomor urut 4 ini memperoleh suara tertinggi yaitu diatas 40 persen, sementara yang lain menyusul di angka belasan persen.

Metodologi quick count yang dilakukan yaitu dengan menyebar Relawan di 270 TPS dari 4.118 TPS yang ada.

"Sample menyebar proporsional dan dipilih secara acak di seluruh kecamatan. Dengan sampling eror kurang lebih 1 persen," ujar Eka Kusmayadi, Direktur Riset JSI dalam konferensi pers di Grand Hotel Preanger Jalan Asia Afrika, Minggu (23/6/2013).

Hingga pukul 15.30 WIB, data sampling yang masuk sudah mencapai persen 99,26 persen atau 268 TPS atau hanya tinggal 2 TPS yang belum memasukkan datanya.

Berdasarkan nomor urut, berikut perolehan sementara para pasangan di Pilwalkot Bandung:

1. Edi Siswadi-Erwan Setiawan: 17,64 persen
2. Wahyudin Karnadinata-Toni Apriliani: 8,07 persen
3. Wawan Dewanta-M Sayogo: 2,16 persen
4. Ridwan Kamil-Oded Danial: 44,57 persen
5. Ayi Vivananda-Nani Suryani: 15,35 persen
6. MQ Iswara-Asep Dedi Ruyadi: 7,93 persen
7. Budi Setiawan-Rizal Firdaus: 2,94 persen
7. Bambang Setiadi-Alex Tahsin: 1,34 persen

"Tanpa bermaksud mendahului keputusan KPU, kami mengucapkan selamat pada pasangan Rido," tutur Fajar S Tamin Wakil Direktur JSI.

Ia mengatakan, perolehan suara Rido merupakan pencapaian yang tertinggi sepanjang yang ia ketahui dalam ajang pilkada. Menurutnya, Rido banyak dipilih karena dianggap menjadi sosok yang komplit untuk perubahan Kota Bandung.

"Angka spektakuler pasangan ini bisa mendapatkan suara diatas 40 persen. Dengan kondisi ini kami melihat publik menginginkan perubahan yang komplit yang ada di nomor 4," katanya.

Quick Count Bandung, Ridwan Kamil Sabet 45,88%



INILAH.COM, Bandung-Pasangan Ridwal Kamil-Oded M Danial menyabet perolehan suara di berbagai TPS dalam Pilwalkot 2013. Dari pantauan INILAH.COM di sejumlah lokasi, terlihat pasangan RIDO ini memperoleh kemenangan mutlak.

Hingga pukul 14.43, hasil penghitungan cepat (quick count) #PilwalkotBDG pasangan RIDO memperoleh 45,88%, disusul oleh pasangan Ayi Vivananda-Nani Rosada sebanyak 17,49% suara dan Edi Siswandi-Erwan Setiawan sebanyak 14,89%.

Sementara, berdasarkan quick count Jaringan Suara Indonesia (JSI), pasangan RIDO menyabet 48,01%.

Di beberapa TPS, RIDO bahkan menyabet suara mayoritas hingga di atas 50%. Misalnya, di TPS 08 Antapani Tengah, RIDO peroleh 157 suara dengan persentase 55,17 %.

Sabtu, 22 Juni 2013

Gelar razia klab malam, mobil FPI ditimpuki batu



Massa dari Front Pembela Islam (FPI) terlibat bentrok dengan sejumlah orang saat menggelar sweeping tempat hiburan malam di Jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau. Satu unit mobil Mitsubishi Strada milik FPI rusak akibat lemparan batu ketika berada di dalam parkiran klab malam tersebut.

Kejadian itu berlangsung pada Minggu (23/6) dini hari tadi, beberapa anggota FPI menggelar sweeping terhadap XP Internasional Executive Club atau XP Club. Mereka beranggapan, klab tersebut telah melanggar jam operasional yang ditentukan.

Saat tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 02.30 WIB, tiba-tiba mobil dikendarai salah satu anggota FPI dilempari batu. Akibatnya, kaca kendaraan bernomor polisi BM 9392 SC itu pecah di bagian belakang.

Namun, keributan berhasil dinetralisir kepolisian setelah menerjunkan 2 pleton anggota Sabhara Polresta Pekanbaru turun. Massa mengaku sempat melihat pemilik XP Club, M Haris Kampay menggunakan sebo (topeng wajah), baju kaos serta celana pendek serba abu-abu berada di lokasi kejadian.

Setelah mereda, FPI langsung melaporkan penyerangan dan pengerusakan yang dilakukan terhadap anggotanya ke Mapolda Riau. Dalam keterangan persnya, Wakil Ketua Bidang Dakwah DPD FPI Riau Ustaz Ade Hasibuan mengaku sweeping itu dilakukan karena XP Club telah beroperasi melewati batas jam operasional.

"Tapi, pihak XP Club yang memicu konflik, mereka melempar kaca mobil dengan batu hingga pecah," ujar Ade.

Ade berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti Mapolda Riau. Jika tidak, pihaknya akan melaporkan kejadian itu ke Mabes Polri.

"Kalau laporan ini tidak jalan di Polda, kita lapor saja Mabes Polri. Kita punya link ke sana. Biar digerebek lagi," tegas Ade.

Kabag Ops Polda Riau, Kompol R Sagala berjanji segera menindaklanjuti laporan yang dilakukan FPI tersebut. "Kalau memang mereka melapor, tentunya akan kita tindak secara professional," tegasnya.

Sebelum melakukan sweeping terhadap XP Club, FPI sempat menggelar aksi serupa ke sejumlah warung remang-remang, seperti tenda biru di Kecamatan Payung Sekaki, dan Surya Manunggal. Penyisiran dilanjutkan ke tempat karaoke dan billiar CE-7 di Jalan Cempaka, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru.

Akhirnya PKS ngaku, spanduk tolak BBM untuk 'cari muka'



Akhirnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengakui secara terang-terangan, bila aksi menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) itu bertujuan mencari simpati masyarakat. Aksi menolak BBM dibumbui dengan cara memasang spanduk tolak kenaikan BBM dimana-dimana.

"Kan boleh saja mencari simpati untuk pemilu 2014. Kalau partai lain juga ikut mau pasang spanduk ya pasang saja spanduk lagi. Tapi jangan yang sudah dipasang malah diturunin diganti. Itu tidak demokratis," kata Refrizal, politisi PKS, Minggu (23/6).

Menjelang kenaikan BBM beberapa waktu lalu, PKS memang getol menolak kenaikan. Mereka mensosialisasikan penolakan melalui beragam media, lewat spanduk yang bertebaran di mana-mana hingga lewat teriakan politikusnya di DPR melalui televisi.

Padahal, PKS ini merupakan salah satu partai anggota Koalisi Sekretariat Gabungan (Setgab) bersama Demokrat, Golkar, PPP, PAN, dan PKB. Sikap PKS tentu memantik beragam reaksi. Terutama dari politisi Demokrat, hingga Jubir Presiden Julian Aldrin Pasha. 

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Nurhayati Ali Assegaf mengungkapkan, bahwa selama dia menjabat sebagai pimpinan fraksi DPR, dia tak pernah merasa berkoalisi dengan partai yang diketuai oleh Anis Matta itu.

"Selama saya jabat ketua fraksi, saya memang tidak pernah merasakan koalisi PKS dengan Demokrat di DPR. Setiap apapun pemerintah dia sering berseberangan, ada atau tidaknya PKS enggak ngaruh," kata Nurhayati ketika dihubungi, Jumat (21/6).

Terlebih lagi, ketika Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Julian Aldrin Pasha bahwa koalisi dengan PKS sudah berakhir. Nurhayati menyebut itu merupakan sinyal bahwa PKS sudah tak diinginkan di koalisi.

"Ini kan jubir yang bicara, apalagi yang ditunggu PKS. Sepertinya mereka sengaja bersikap seperti sekarang ini. Ini pengalihan isu. Tapi saya tegaskan, saya tidak pernah merasa berkoalisi dengan PKS," imbuhnya.

Ayi Vivananda Takkan Berkeliling Takut Dituduh Kampanye



TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Calon Wali Kota Bandung nomor urut 5, Ayi Vivananda tidak akan berkeliling usai mencoblos untuk memilih wali kota dan wakil wali kota Bandung periode 2013-2018, Minggu (23/6/2013). Ayi khawatir dituduh kampanye dan ia memilih bergabung di kantor DPC PDIP di Jalan Martanegara sambil menunggu hasil pemungutan suara

Ayi Vivananda mencoblos di TPS 3 Jalan Saung Galing untuk memilih Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, periode 2013-2018, Minggu (23/6/2013).

Ayi didampingi Ny Erika Ayi Vivananda berangkat dari rumah orangtuanya di Jalan Sulanjana ke TPS berjarak 700 meter dengan berjalan kaki.

Sampai di TPS, Ayi tidak menunggu karena TPS sepi dan langsung menuju bilik suara.

"Siapa pun pemenangnya harus didukung, kami sudah berusaha dan saat ini waktunya berpasrah diri menyerahkan kepada Allah Swt," ujar Ayi.

PILKADA BANDUNG 2013: Sebelum Nyoblos, Ayi Datangi Orang Tua



BISNIS.COM, JAKARTA-Calon wali Kota Bandung yang diusung oleh PDI Perjuangan, Ayi Vivanda memberikan hak pilihnya di TPS 03 Kelurahan Taman Sari Kecamatan Bandung Wetan Kota Bandung.

"Saya sudah berdoa, bertawakal kepada yang Maha Kuasa. Ini saatnya serahkan pada intervensi Tuhan," katanya usai mencoblos di TPS 03.

Dia menuturkan, tidak ada persiapan khusus sebelum mempergunakan hak suaranya di TPS tersebut.
"Persiapan sebelum ke sini kemudian berdoa terus shalat dhuha," ujar Ayi yang memakai baju koko warna putih serta celana hitam lengkap dengan peci .

Akan tetapi, paparnya, sebelum memberikan hak suaranya dirinya beserta istri Erika Meilan Handayani Vivananda berkunjung ke rumah orang tua Ayi Vivananda di Jalan Sulanjana Kota Bandung.

"Paling tadi menyempatkan menemui orang tua saya".

Menurutnya, setelah memberikan hak suaranya ia akan melakukan pemantauan di semua TPS di Sekertariat DPC PDIP Kota Bandung. "Kalau keliling walaupun saya Wakil Wali Kota Bandung nanti malah disangka kampanye".

Sebanyak 1.658.808 pemegang hak suara dalam Pemilihan Kepala Daerah Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung periode 2013-2018, mulai pagi hingga siang hari ini (23/6/2013) akan menyalurkan hak pilihnya di 4.118 titik Tempat Pemungutan Suara pada 30 kecamatan se-Bandung. 

Sebanyak delapan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota diperkirakan bertarung ketat mendapatkan suara terbanyak dalam pilkada ini. Ke-8 pasangan calon itu yakni Edi Siswadi-Erwan Setiawan (nomor urut 1/diusung Partai Demokrat, PPP, Hanura dan parpol lain), Wahyudin Karnadinata-Tonny Apriliani (nomor urut 2/jalur independen), Wawan Dewanta-Sayogo (nomor urut 3/jalur independen), Moch.Ridwan Kamil-Oded Muh.Danial (nomor urut 4/PKS, Gerindra dan parpol non parlemen).

Kemudian, Ayi Vivananda-Nani Suryani (nomor urut 5/PDI-Perjuangan, PAN), M.Q.Iswara-Asep Dedy Ruyadi (nomor urut 6/Golkar dan 16 parpol non parlemen), Budi Setiawan-Rizal Firdaus (nomor urut 7/jalur independen), Bambang Setiadi-Alex Tahsin Ibrahim (nomor urut 8/jalur independen)

Datang ke TPS, Ayi Vivananda Naik Sepada Motor Tua



BANDUNG - Cawalkot Bandung, Ayi Vivananda, tampil nyentrik saat datang ke TPS 03 Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat, pagi tadi.

Dia datang ke lokasi mengendarai sepeda motor Honda Supercup 800 warna merah-putih dengan nopol D 3156 AY. Tak sendirian, Ayi datang sambil membonceng istrinya, Erika Meilan Handayani.

Ayi berangkat dari rumah dinasnya di Jalan Nyland. Dia lebih dulu ke rumah pribadinya sekaligus meminta restu orangtuanya di Jalan Sulanjana. Dari sana, dia langsung menuju TPS 03 di Jalan Sawunggaling.

Saat tiba di lokasi, Ayi dan istrinya tak butuh waktu lama untuk mencoblos. Sebab TPS di sana terbilang masih sepi.

Disinggung alasannya datang menggunakan sepeda motor, Ayi mengaku ingin lebih praktis. "Biar praktis saja," ungkap Ayi, Minggu (23/6/2013).

Ayi sengaja tidak datang ke TPS menggunakan mobil dinas dan protokoler, karena bukan sebagai Wakil Wali Kota Bandung, melainkan dalam kapasitas kandidat. 

Dia optimistis dapat memenangkan Pilwalkot Bandung 2013 bersama pasangannya, Nani Suryani. "Insya Allah optimistis karena kita sudah berusaha sekuat tenaga. Tapi sekarang saatnya kita tawakal, menyerahkan semuanya pada Allah SWT," tuturnya.

Ayi juga berharap pelaksanaan Pilwalkot Bandung berjalan lancar. "Kita berharap siapa pun yang terpilih adalah pemimpin yang terbaik untuk Kota Bandung," harap kandidat nomor urut 5 itu.

Sementara itu, Nani Suryani, dijadwalkan akan mencoblos di TPS 044 Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukajadi.

PILWALKOT BANDUNG: KNPI Siap Dukung Pasangan Terpilih



BANDUNG–Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bandung siap mendukung siapapun wali kota yang terpilih pada Pilkada Kota Bandung 2013 yang akan digelar Minggu (23/6).

“Secara organisasi KNPI itu netral dan tidak memberikan dukungan kepada siapapun, namun kami siap mendukung program membangun Kota Bandung oleh wali kota manapun yang terpilih pada Pilkada nanti,” kata Ketua KNPI Cibeunying Kidul Kota Bandung Eggy Dirgantara di Bandung, Sabtu.

Ia menyebutkan, siapapun calon wali kota terpilih nanti wajib didukung oleh warga Kota Bandung dengan syarat memiliki komitmen untuk membangun Kota Kembang.

Meski secara organisasi KNPI netral, namun ia menegaskan bahwa kadernya memiliki kebebasan untuk mengisi dinamika demokrasi di Kota Bandung serta menyukseskan pemungutan suara yang akan digelar pada Minggu itu.

Eggy mengimbau kader KNPI untuk mendorong tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Kota Bandung dengan mengajak warga yang telah memiliki hak pilih datang ke tempat pemungutan suara atau TPS di daerah masing-masing pada saat pencoblosan.

Ia juga menyebutkan, kader KNPI Kota Bandung turut serta mengamankan dan mengawal prosesi pesta demokrasi di Kota Bandung yang diikuti oleh delapan pasangan calon wali kota itu.

Berdasarkan Daftar Calon Tetap (DCT) jumlah hak pilih Pilkada Kota Bandung sebanyak 1,65 juta dengan jumlah TPS sebanyak 4.114 TPS yang tersebar di 30 kecamatan di Kota Bandung.

Pilkada Kota Bandung diikuti oleh delapan pasangan calon wali kota yakni Edi Siswadi – Erwan Setiawan, Wahyudin Karnadinata – Tonny Aprilani, Wawan Dewanta – HM Sayogo, Ridwan Kamil – Oded M Danial, Ayi Vivananda – Asep Deddy Ruyadi, Budi Setiawan – Rizal Firdaus dan pasagan Bambang Setiadi – Alex Tahsin.

Tahanan Ikut Nyoblos Pilwalkot Bandung



BANDUNG - Meski kini keberadaannya dibalik jeruji besi, namun tak membuat para tahanan di Mapolrestabes Bandung dan Lapas Narkotika Banceuy kehilangan hak pilihnya. Mereka diperkenankan memilih Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung periode 2013-2018.

Kasubag Humas Polrestabes Bandung Kompol Rosdiana mengatakan, ada 34 tahanan dari berbagai kasus kriminalitas yang mempunyai hak pilih untuk mengikuti pencoblosan, pada Minggu (23/6/2013).

“Ada 34 tahanan. 19 orang ditahanan Satres Kriminal dan 15 orang lainnya di Satres Narkoba,” ucap Rosdiana, kemarin.

Dari jumlah tersebut, lima di antarannya adalah tahanan perempuan. “Untuk teknisnya, besok petugas KPU akan datang langsung ke ruang tahanan untuk melayani hak para tahanan,” terangnya.

Terpisah, Kalapas Narkotika Banceuy, Wahid Husein mengatakan pihak KPU telah menyiapkan satu TPS yang akan digunakan di dalam Lapas.

“Satu TPS itu nanti ditempatkan di aula. Nanti yang akan ikut mencoblos sekira 200 orangan lebih,” bebernya.

Wahid mengatakan, tidak ada penjagaan khusus saat masa pencoblosan. Namun petugas keamanan internal akan ikut memantau dan melakukan pengecekan saat proses pencoblosan berlangsung.

“Kendati status mereka narapidana, tetapi hak dan kewajibannya sebagai warga negara tetap kita akomodir," pungkasnya

PILWALKOT BANDUNG: KPID Minta Radio & TV Setop Siaran Calon Wali Kota

BANDUNG (bisnis-jabar.com)– ?Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat memerintahkan seluruh lembaga penyiaran radio dan televisi yang siarannya tertangkap di Kota Bandung, untuk menghentikan seluruh bentuk siaran yang berkaitan dengan pasangan calon peserta pemilukada Kota Bandung, kecuali siaran berita.

?Perintah tersebut tertuang dalam Surat Edaran tertanggal 20 Juni 2013, yang berisi tujuh poin pengaturan isi siaran yang berkaitan dengan Pemilihan Umum Kepala Daerah Kota Bandung dan berlaku selama masa tenang hingga pukul 13.00 pada hari pencoblosan.

Ketua KPI Daerah Jawa Barat? Neneng Athiatul F mengatakan melalui pengaturan ini KPI Daerah Jawa Barat berharap warga Kota Bandung dapat memilih dengan bebas.

?Menurut KPI Daerah Jawa Barat seluruh lembaga penyiaran tidak boleh lagi menyiarkan seluruh bentuk iklan yang berkaitan dengan pasangan calon dan/atau salah satu calon walikota serta menghentikan sementara program siaran yang menampilkan peserta pemilukada.

“Sebagai pembawa/pengisi acara, profilling, voxpop, sms masyarakat yang menampilkan dan/atau menyangkut pasangan calon dan/atau salah satu calon selama masa tenang dan hingga Hari Minggu 24 Juni 2013 pukul 13.00 WIB,” katanya.

?Sementara itu, pada Hari Jumat kemarin (20,06,2013) KPI Daerah Jawa Barat menerima surat permohonan dari Panwaslu Kota Bandung yang meminta agar KPI Daerah Jawa Barat menghentikan seluruh iklan kampanye pemilukada pada masa tenang.

Namun Panwaslu dalam suratnya itu tidak menyebutkan adanya temuan pelanggaran ketentuan kampanye pada media elektronik (radio/televisi) selama masa tenang.

?KPID sendiri terus mengawasi isi siaran yang berkaitan dengan pemilukada sesuai perintah Undang-undang Penyiaran untuk menjaga agar isi siaran tetap netral serta tidak digunakan untuk kepentingan kelompok/golongan tertentu.

“Sekaligus menghimbau masyarakat ikut serta mengawasi isi siaran dengan mengirim aduan melalui SMS centre KPI Daerah Jawa Barat di nomor 0815 7310 7000,” katanya

Kandidat Akan Mencoblos di TPS Dekat Rumah



BLK. FACTORY (GM) - Para kandidat peserta Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) 2013 bersama warga Kota Bandung yang memiliki hak pilih, akan melakukan pencoblosan pada Minggu (23/6) ini. Seperti warga lainnya, para kandidat ini pun akan melakukan pencoblosan di dekat kediamannya masing-masing.

Calon Wali Kota Bandung nomor urut 1, Edi Siswadi akan menggunakan hak pilihnya di TPS 55 RT 01/RW 04 Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu, sekitar pukul 09.00 WIB. Pada waktu yang bersamaan, calon Wakil Wali Kota Bandung, Erwan Setiawan akan menggunakan hak pilihnya di TPS 06 RW 03, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong. 

Sedangkan calon dari jalur perseorangan, Wahyudin Kartadinata rencananya akan mencoblos di TPS 07 Kel. Mekarwangi, Kec. Bojongloa Kidul. Seperti halnya Wahyudin, Tonny Aprilani yang diplot menjadi calon wakil wali kota juga akan mencoblos di dekat kediamannya. Tonny akan mencoblos di TPS di sekitar rumahnya di Jln. Merak Ngibing Kel. Sukaluyu, Kec. Cibeunying Kaler. 

Sementara calon Wali Kota Bandung nomor urut 3, Wawan Dewanta, akan melakukan pencoblosan di TPS 06 yang bertempat di SDN Inpres RT 06/RW 01, Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Regol. 

Calon wali kota nomor urut 4, Ridwan Kamil, melakukan pencoblosan di TPS 19 RT 03/RW 08 Jln. Cigadung Selatan VII dan wakil Oded M. Danial di TPS 2 RT 04/RW 01, Kel. Sukaraja, Kec. Cicendo.

Calon Wali Kota Bandung nomor urut 5, Ayi Vivananda akan melakukan pencoblosan di TPS 3, Kel. Tamansari, Kec. Bandung Wetan, sekitar 700 meter dari rumah orangtuanya yang berada di Jln. Sulanjana. Rencananya, Ayi akan melakukan pencoblosan sekitar pukul 08.30 WIB. "Jelang pencoblosan hari ini, kita lakukan briefing dengan timses dan relawan agar tidak terpancing emosi karena isu yang menyesatkan dan black campaign yang dilakukan sekelompok pengacau demokrasi," ujar Ayi.

Sementara wakilnya, Nani Suryani di TPS 44 Kel. Sarijadi, Kec. Sukasari.

Calon Wali Kota Bandung nomor urut 6, M.Q. Iswara rencananya juga akan mencoblos di TPS dekat tempat tinggalnya. Iswara direncanakan mencoblos di TPS Jln. Jatimulya Komplek perumahan Salendro Timur, RW 11 Kel. Gumuruh, Kec. Buahbatu. Sedangkan pendampingnya, Asep Dedi Ruyadi direncanakan akan mencoblos di TPS 18, RT 01/RW 06, Kel. Margahayu Utara, Kec. Babakan Ciparay.

Calon wali kota nomor urut 7 dari jalur independen, Budi "Dalton" Setiawan akan melakukan pencoblosan di TPS yang berada di SDN Karang Pawulang, Jln. Karawitan. Budi sendiri akan melakukan pencoblosan sekitar pukul 10.00 WIB. Sehari menjelang pencoblosan sendiri, Budi mengaku tengah mencari paku yang bagus di toko besi, karena dikhawatirkan paku yang disiapkan KPU tidak tembus. "Kan kemarin surat suara rusak dibiarin, nanti paku rusak diantepkeun deui," tandas Budi. Untuk wakilnya, Rizal Firdaus tidak melakukan pencoblosan.

Calon wali kota nomor urut 8, Bambang Setiadi di TPS yang berada di Kompleks Kiara Asri, Jln. Terusan Ibrahim Adjie.

PILKADA BANDUNG 2013: Pagi ini 1.658.808 Pemilik Suara Salurkan Hak Pilih



BISNIS.COM, JAKARTA-Sebanyak 1.658.808 pemegang hak suara dalam Pemilihan Kepala Daerah Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung periode 2013-2018, mulai pagi hingga siang hari ini (23/6/2013) akan menyalurkan hak pilihnya di 4.118 titik Tempat Pemungutan Suara pada 30 kecamatan se-Bandung. 

Sebanyak delapan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota diperkirakan bertarung ketat mendapatkan suara terbanyak dalam pilkada ini. Ke-8 pasangan calon itu yakni Edi Siswadi-Erwan Setiawan (nomor urut 1/diusung Partai Demokrat, PPP, Hanura dan parpol lain), Wahyudin Karnadinata-Tonny Apriliani (nomor urut 2/jalur independen), Wawan Dewanta-Sayogo (nomor urut 3/jalur independen), Moch.Ridwan Kamil-Oded Muh.Danial (nomor urut 4/PKS, Gerindra dan parpol non parlemen).

Kemudian, Ayi Vivananda-Nani Suryani (nomor urut 5/PDI-Perjuangan, PAN), M.Q.Iswara-Asep Dedy Ruyadi (nomor urut 6/Golkar dan 16 parpol non parlemen), Budi Setiawan-Rizal Firdaus (nomor urut 7/jalur independen), Bambang Setiadi-Alex Tahsin Ibrahim (nomor urut 8/jalur independen).

Sehari sebelum pemungutan suara, kantor KPU Kota Bandung di jalan Soekarno Hatta masih jadi sasaran demonstrasi oleh pendukung calon Wali Kota Bandung yang menuntut profesionalisme kinerja KPU dan Panwaslu.

"KPU telah mencederai komitmen bersama untuk bertindak baik dan bijak dalam Pilkada Kota Bandung 2013 yang akan digelar Minggu (23/6/2013)," kata koordinator relawan Edi Siswadi - Erwan Setiawan (Eswan), Asep Erwan dalam orasinya, Sabtu (22/6/2013). 

Massa terdiri para simpatisan dari pasangan nomor satu tersebut, bersama LSM Berantas, dan LSM Barisan Muda Peduli Rakyat (BMPR) menuntut Panwaslu untuk segera melakukan tindakan terhadap segala pelanggaran pemilu yang terjadi.

Aksi unjuk rasa juga dihadiri dari seluruh perwakilan masing-masing pasangan calon yang ingin minta pertanggungjawaban KPU, terutama terkait pelanggaran kampanye yang dilakukan salah satu pasangan calon di masa tenang.

Ponsel Quad-core Andromax V Dipesan Seribu Unit


JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan operator seluler Smartfren pertengahan Juni ini telah merilis ponsel pintar Android dengan prosesor quad-core, yakni Andromax V. Meski belum beredar di pasaran, namun Andromax V sudah dipesan hampir seribu unit.

"Pemesanan Andromax V sudah hampir 1.000 unit," ujar Deputy CEO Commercial Smartfren Djoko Tata Ibrahim, saat ditemui di pameran Indonesia Cellular Show 2013, Minggu (16/6/2013).

Djoko menjanjikan Andromax V akan masuk pasar Indonesia pada awal Juli 2013. Pada saat itu, Smartfren akan mengirim produk tersebut ke tempat tinggal konsumen yang telah melakukan pemesanan.

Dibanderol Rp 2,3 juta, Andromax V merupakan ponsel andalan Smartfren dalam persaingan ponsel Android di Indonesia. Di tahap awal, operator seluler CDMA ini menyediakan 50.000 unit Andromax V.

"Kita akan lihat antusias konsumen terhadap produk ini. Kalau responnya bagus, nanti akan kita tambah lagi," Djoko melanjutkan.

Andromax V sejatinya adalah produk ZTE N986. Ia menggunakan prosesor quad-core MediaTek MT6589E 1,2GHz, unit pemroses grafis PowerVR SG5X, RAM 1GB, memori internal 4GB yang dapat diperluas dengan kartu MicroSD. Semua itu berjalan dengan sistem operasi Android 4.2 (Jelly Bean).

Didesain dengan bentang layar 5 inci, Andromax V dibekali kamera belakang 8MP dengan LED flash dan kamera depan 1MP. Ponsel ini mendukung kartu SIM ganda CDMA dan GSM.

Inikah Kamera "Mirrorless" Android dari Samsung?


KOMPAS.com — Beberapa hari menjelang undangan acara Samsung di London, 20 Juni mendatang, beredar bocoran mengenai kamera mirrorless berbasis Android dari perusahaan asal Negeri Ginseng itu.

Seperti dikutip dari The Verge, produk yang disinyalir bernama Galaxy NX ini terlihat berukuran lebih besar dibandingkan kamera mirrorless lain dari Samsung, seperti NX100. Rancangannya pun lebih menyerupai DSLR dengan pegangan tangan yang besar dan "punuk" yang memuat jendela bidik.

Bocoran gambar turut memperlihatkan tiga buah lensa NX yang kompatibel. Galaxy NX sendiri kabarnya bakal mengusung sensor APS-C beresolusi 20,3 megapixel, dengan tingkat sensitivitas mencapai ISO 25.600 dan perekaman video full-HD (1080p).


Dari sisi software, diperkirakan Samsung bakal melengkapi perangkat ini dengan sistem operasi Android 4.2 sehingga bisa menjalankan berbagai macam aplikasi yang diperuntukkan bagi OS tersebut.

Sebelumnya, CEO Samsung JK Shin pernah dikutip mengatakan bahwa produk kamera mirrorlessberikutnya dari perusahaan itu bakal mengusung sistem operasi Android. 

Samsung sudah merilis beberapa model kamera mirrorless di bawah merek NX, tetapi sejauh ini belum ada yang berbasis Android. Adapun Galaxy Camera dan Galaxy S4 Zoom masing-masing merupakan produk kamera saku dan smartphone dengan lensa non-interchangeable alias tidak bisa diganti-ganti.

Nah, apakah acara Samsung di London dimaksudkan untuk memperkenalkan Galaxy NX? Jawabannya akan diketahui tanggal 20 Juni nanti.

Di Phablet Xperia, Bisa Gambar Pakai Pensil


KOMPAS.com - Gambar penampakan produk "hybrid" (gabungan) tablet dan smartphone, phablet, pertama milik Sony Mobile mulai bermunculan di internet. Salah satunya memperlihatkan, perangkat yang kabarnya dinamakan Xperia Z Ultra ini mampu dioperasikan dengan menggunakan pensil.

Perangkat tersebut nantinya tidak akan dilengkapi dengan stylus. Namun, untuk keperluan menggambar, pengguna bisa menggunakan berbagai perangkat lain, termasuk pensil, pulpen, dan juga pensil capacitive.

Dikutip dari UnwiredView, Jumat (14/6/2013), Sony mempersiapkan hanya dua aplikasi untuk metode input seperti itu, satu untuk membuat catatan dan satunya lagi untuk menggambar.


Hal unik lainnya, layar akan tetap mengenali tulisan atau gambar, meskipun pengguna melakukan kedua hal tersebut di kertas yang ada di atas layar. 

Fitur tersebut diketahui dari gambar yang ada di bawah ini. Dari gambar, terlihat pengguna menaruh sebuah kertas di atas layar, kemudian menggambar sebuah hati. Di layar Ultra, terlihat gambar hati tersebut pun ikut tercetak.


Xperia Z Ultra nantinya akan hadir dengan spesifikasi hardware yang canggih. Perangkat tersebut akan menggunakan layar 6,44 inci dengan resolusi 1080p, prosesor Snapdragon 800 quad-coreberkecepatan 2,2GHz, RAM 2GB, media penyimpanan internal 16GB yang dapat diperluas dengan menggunakan kartu microSD, NFC, kamera belakang 8 megapiksel, dan kamera depan 1,3 megapiksel.

Untuk mendukung kegiatan operasional dari perangkat berspesifikasi tinggi tersebut, Sony akan melengkapi Ultra dengan baterai 3.000mAh.

Membawa nama Xperia Z, produk ini pun akan memiliki kemampuan tahan air dan debu. Dilengkapi dengan sertifikat IP58, ia mampu bertahan di bawah air pada kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.

Xperia Z Ultra rumornya akan meluncur di antara bulan Juli hingga September 2013 mendatang. Diperkirakan, produk tersebut akan dibanderol dengan harga yang lebih tinggi dari Xperia Z.

Pilkada Kota Tangerang: Gerindra dan Hanura Putar Haluan

PELAKSANAAN Pilkada Kota Tangerang terkesan amburadul. Dua partai politik yang sebelumnya punya komitmen mendukung salah satu bakal pasangan calon kemudian hijrah kepada kandidat lain.

Misalnya, Partai Gerindra yang telah memastikan mengusung bakal calon Wali Kota Tangerang, Herry Mulya Zein (Sekda Kota Tangerang) tiba-tiba mencabut dukungannya dan pindah mendukung bakal calon Wali Kota Arief R Wirmansyah (Wakil Wali Kota Tangerang). Partai Hanura yang sebelumnya mendukung bakal calon Ahmad Marju Kodri (Direktur Utama PDAM Tirta Benteng), berpaling dan kemudian mengusung Herry Mulya Zein.

Pengamat politik yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, Masyitoh Chusnan, mengatakan, dalam dunia politik tidak aneh jika partai politik melakukan manuver untuk mencari kepentingan parpol semata.

Parpol bisa saja awalnya mendukung salah satu pasangan Wali Kota Tangerang namun kemudian beralih pada pasangan lain jika menghasilkan bagi parpol pengusung balon Wali Kota. ‘Parpol hanya mencari keuntungan dari bakal pasangan calon. Ini tidak aneh. Sudah biasa dari level atas sampai bawah,‘ katanya kepada Jurnal Nasional, Jumat (21/6).

Dikatakan, parpol yang tidak punya komitmen dan konsisten adalah bukti bahwa mereka tidak seperti yang dikehendaki rakyat. Arah politik tidak pada satu jalur, melainkan bercabang. Artinya, demi kepentingan dan keuntungan parpol, semua bisa berubah dari apa yang sebelumnya mereka sepakati.

‘Sikap mendua parpol menunjukan mereka tidak istiqomah dan para calon pasangan Wali Kota tidak perlu risau jika parpol itu harus berpindah haluan dari satu pasangan ke pasangan lain,‘ kata Masyitoh.

Jauh hari, pasangan Herry Mulya Zein-Iskandar telah mendapat dukungan dari PPP, PKNU, dan Partai Gerindra. Namun, di akhir pendaftaran pasangan kandidat, Partai Gerindra berbalik arah dan mendukung pasangan Arief Wismansyah-Sachrudin, sehingga kursi dukungan partai kurang.

Untuk bisa lolos verifikasi, Herry Mulya Zein-Iskandar mencari tambahan partai pendukung. Partai Hanura akhirnya “berselingkuh‘ dengan pasangan Herry Mulya Zein-Iskandar, yang sebelumnya mendukung pasangan balon Wali Kota Ahmad Marju Kodri-Gatot Supriyanto.

‘Jika pencalonan saya sampai gagal, pasti akan ada keramian. Tapi saya tak tahu keramaian apa. Bisa saja ada musik dangdutan,‘ kata Ahmad Marju Kodri kepada pers.

Sementara itu, dari lima bakal calon pasangan Wali Kota dan Wali Kota Tangerang, tiga pasangan telah mengembalikan berkas persyaratan administrasi yang belum mereka penuhi ke KPU Kota Tangerang. Tiga pasangan yang dimaksud yakni: Ahmad Marju Kodri-Gatot Suprijanto, Arief R Wismansyah-Sachrudin dan Harry Mulya Zein-Iskandar.

Dua pasangan lain, Deddy "Miing" Gumelar-Suratno Abu Bakar dan pasangan Abdul Syukur-Hilmi Fuad, belum mengembalikan berkas perbaikan persyaratan yang belum dipenuhi.

‘Berkas administrasi Miing Gumelar-Suratno dan pasangan Abdul Syukur-Hilmi belum kami terima. Kedua pasangan balon itu belum melengkapi persyaratan ijazah SD sampai SMA,‘ kata Ketua KPU Kota Tangerang, Syafriel Elain, Jumat (21/6).

Pilkada Palas, Baru HARAPAN Daftar ke KPU

Hingga, Rabu (20/6/2013) atau hari kedua pendaftaran, baru satu pasangan balon Bupati/Wabup Palas yang telah mendaftar yaitu pasangan Drs H Rahmad P Hasibuan dan H Andri Ismail Putra Nasution SE (HARAPAN).

Sebelumnya, ada enam pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang telah mengambil formulir pendaftaran di KPUD Padang Lawas (Palas).

Pasangan Harapan diusung Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia, Partai Peduli Rakyat Nasional. 

Kemudian, Partai Matahari Bangsa, Partai Kebangkitan Nasional Ulama, Partai Bintang Repormasi, Partai Pemuda Indonesia, Partai Pelopor, Partai Kedaulatan Ummat, Partai Persatuan Nasional, Partai Barisan Nasional, Partai Indonesia Sejahtera dan Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru.

Pasangan yang dikenal dengan Pasangan Harapan tersebut tiba di kantor KPUD Sibuhuan bersama pendukungnya sekitar pukul 11.30 WIB dan diterima Ketua KPUD Palas Atas Siregar dan angggota komisioner KPUD yang lain.

Dimana pasangan itu berjalan kaki dari Desa Sialambue Kecamatan Barumun menuju KPUD Palas yang berjarak sekitar 2 km, yang diiringi ribuan pendukung.

Setelah penyerahan berkas dan kelengkapan administrasi, Ketua KPUD Palas Atas Siregar menyampaikan beberapa hal sekaitan proses pencalonan. Katanya pasangan calon bupati harus didukung oleh 15 persen perolehan kursi di DPRD atau 15 persen perolehan suara pada pemilu lalu.

Atas menegaskan komitmen KPUD Palas untuk menyelenggarakan Pilkada dengan baik sesuai kode etik dan peraturan yang berlaku. 

''Maka kami akan lakukan verifikasi terhadap berkas pendaftarannya, sesuai aturan yang ada,'' terang Atas didampingi komisioner lainnya seperti dikutip dari metrosiantar.

Dimana, katanya, selain Harapan, ada lima calon lain yang sudah mengambil formulir , yakni Tim Tondi Roni Tua, Tim H Ali Sutan Harahap (TSO), Tim Sarmadan Hasibuan, Tim Rustam Efendi Hasibuan dan Tim Dr Alwi Mujahid Hasibuan.

Koltim Ikut, Pilkada Kolaka Molor Hingga 2015



KENDARINEWS.COM (Kendari) : Pilkada Kolaka yang rencananya dihelat 20 Oktober nanti terancam molor pelaksanaannya hingga 2015 nanti. Masih ikut sertanya warga Kolaka Timur sesuai edaran KPU RI nomro 162 tahun 2013 yang menjadi penyebabnya. Padahal anggaran yang disediakan Pemkab Kolaka hanya Rp 12,5 miliar. Dana sebanyak itu hanya cukup untuk satu putaran dan diikuti warga Kolaka saja. Bila warga Koltim ikut, maka butuh anggaran Rp 6,8 miliar untuk satu putaran. 
Itulah yang membuat Pemprov Sultra dibawah kendali Gubernur Nur Alam bersama KPU Sultra dan stakeholder lainnya semisal Bawaslu Sultra, Panwaslu Kolaka, Polres dan Dandim Kolaka melakukan rapat koordinasi termasuk Pj Bupati Kolaka, Amir Sahaka dan Bupati Kolaka Timur, Tony Herbiansyah, kemarin. 

Rapat yang dipimpin Nur Alam itu menyepakati membentuk tim Desk Pilkada untuk membahas bersama hal ini dengan Kemendagri. Begitupun KPU Sultra kembali akan berkoordinasi dengan KPU RI terkait adanya surat edaran 162 tahun 2013. 

Rapat koordinasi itu mulanya Nur Alam mempersilahkan Ketua KPU Sultra, Hidayatullah untuk menjelaskan perkembangaan kinerja KPU Sultra tentang persiapan pelaksanaan Pilkada Kolaka. Dalam penjelasannya Hidayatullah mengungkapkan pihaknya menerima laporan dari KPU Kolaka bahwa anggaran Rp 12,5 miliar masih kurang, belum lagi honor pelaksana di lapangan meliputi 11 kecamatan di Kolaka dan 9 kecamatan di Koltim. Selain itu terdapat permasalahan lain yaitu administrasi serta kuota dan persebaran calon perseorangan. "Untuk itu kami telah melakukan telaah dan membawanya bersama KPU Kolaka ke KPU RI, sehingga terbit surat edaran No 162 tahun 2013. Kami juga telah meminta peran serta Pemprov Sultra untuk menyampaikan hal ini ke Kemendagri," ungkap Hidayatullah. 

Sementara itu, Ketua KPU Kolaka, Natsir Adam kembali merinci langkah-langkah yang telah dilakukan. Tanggal 27 Oktober 2012 lalu, KPU Kolaka telah menyampaikan kebutuhan anggaran Pilkada sebesar Rp 37 miliar lebih. Tetapi sesuai Perda No 13 tahun 2013 hanya sebesar Rp 12,5 miliar yang tersedia dan pada saat itu Koltim tidak dimasukan. '' Untuk mengantisipasi Pemilukada pasca terbitnya UU No 8 tahun 2013, tanggal 24 Januari 2013 lalu melalui Pemprov menyurati Kemendagri terkait hak pilih masyarakat Koltim dan surat itu dibalas Dirjen Otoda. Dengan keluarnya surat itu kami kemudian menyusun draft serta keputusan tentang tahapan dan jadwal,''jelasnya. 

Sialnya tiga hari setelah keluarnya tahapan dan jadwal, terbit Surat Edaran KPU RI NO162 yang intinya berisi Pemilukada mengikutsertakan kabupaten pemekaran. Dengan begitu pihaknya menyampaikan ke Pemda tentang penambahan anggaran. Sebagai kelanjutan, 2-5 April 2013 ditandatangani nota hibah pemerintah daerah( NHPD) dilanjutkan dengan pelantikan PPK/PPS hingga ke Koltim. "Tanggal 13 Mei kemudian muncul aksi penolakan warga Koltim dan Bupati merespon melalui surat dan tanggal 17 Mei serta DPRD Kokaka menolak keikutsertaan Koltim di Pilkada Kolaka,'' tambah Natsir. Kejadian itu katanya menyebabkan stagnasi kegiatan KPU Kolaka, sehingga ia berharap adanya tambahan dana 6,7 miliar dari alokasi saat ini Rp12 miliar untuk satu putaran. 

Mendengar hal itu, Nur Alam berharap semua stakeholder terkait, harus proaktif dan dengan membentuk tim bersama semacam Desk Pilkada untuk membahas persoalan itu dengan Kemendagri. ''Tim terdiri dari Pemprov, Pemkab Kolaka dan Koltim, DPRD masing-masing tingkatan serta KPU dan Bawaslu Sultra harus sesegera mungkin bertindak," kata Nur Alam. 

Dengan demikian tegas orang nomor satu di Sultra ini, penyelenggara Pemilu yaitu KPU dan Panwaslu Kolaka tetap menjalankan Tupoksi masing-masing, sedangkan Pemkab Kolaka tetap menyiapkan dana. "Ingat dana merupakan salah satu penyebab tertundanya Pilkada selain faktor keamanan, apalagi berdasarkan informasi KPU Sultra dana sebesar Rp 12 miliar habis hanya sampai pada penetapan calon kepala daerah, atau belum termasuk atribut, logistik dan kampanye. Belum lagi masalah pembahasan tambahan anggaran yang membutuhkan waktu, mengingat hari H Pilkada Kolaka akan berlangsung tanggal 20 Oktober. Tentunya kita tidak berharap pelaksanaan Pilkada tertunda hingga tahun 2015 karena pelaksanaannya sudah menyeberang tahun," tegasnya. 

Hal senada diungkapkan Ketua KPU Sultra, Hidayatullah. Katanya bila Pilkada Kolaka dengan kondisi saat ini dimana keterbatasan anggaran, terancam baru bisa terlaksana 2015 nanti. Pasalnya tahun 2014 tidak dibolehkan adanya Pilkada karena KPU tengah berkonsentrasi menuntaskan Pilcaleg dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. ''Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Kolaka akan berakhir Januari 2014 nanti. Tentunya tahapan harus dituntaskan tahun ini. Kami juga tak menginginkan Pilkada molor hingga 2015,'' jelasnya.

Ketua KNPI Sultra itu menambahkan bila Pilkada Kolaka mengikutsertakan Warga Koltim akan bermasalah secara yuridis dan non yuridis dikemudian hari yang rawan gugatan. Dengan adanya Desk Pilkada, Hidayatullah berharap surat edaran KPU RI nomor 162 tahun 2013 bisa ditinjau ulang. Namun sebelum adanya peninjauan ulang, KPU Kolaka harus tetap mengimplementasikan surat edaran KPU RI dan KPU Sultra selaku koordinator akan melakukan supervisi. ''Pilkada bisa molor kalau ada kerusuhan, bencana alam termasuk anggaran. Di kasus Pilkada Kolaka persoalannya juga terkait anggaran karena ikut sertanya memilih warga Koltim,'' tambahnya.

PILKADA KARANGANYAR : Hari Ini, KPU Buka Pendaftaran Bakal Cabup-Cawabup

KARANGANYAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar membuka pendaftaran bakal calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Karanganyar yang diusung partai politik (parpol) atau gabungan parpol mulai Sabtu (22/6/2013). Masa pendaftaran bakal cabup-cawabup dibuka selama sepekan hingga Jumat (28/6/2013) malam.

Ketua KPU Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho, mengatakan sesuai surat keputusan (SK) Kpu Karanganyar No 2/2013 bahwa parpol atau gabungan parpol yang mengusung bakal cabup-cawabup wajib memenuhi persyaratan minimal tujuh kursi legislatif atau 15 persen suara sah pada pemilihan legislatif (Pileg) 2009 lalu yakni 67.171 suara.

“Minimal tujuh kursi legislatif atau 15 persen suara sah pada Pileg 2009 lalu, itu syarat mutlak parpol atau gabungan parpol yang mengusung bakal cabup-cawabup,” katanya saat ditemui wartawan, Jumat (21/6/2013).

Pihaknya bakal membuka pendaftaran bakal cabup-cawabup mulai pukul 08.00-16.00 WIB. Saat hari terakhir, pendaftaran bakal cabup-cawabup dibuka hingga pukul 24.00 WIB. Para bakal cabup-cawabup yang telah mendaftar bakal mengikuti beberapa tahapan pelaksanaan Pilkada antara lain tes kesehatan.

Pihaknya telah melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama atau MoU dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Karanganyar. Rencananya, tes kesehatan para bakal cabup-cawabup bakal dilaksanakan 29 Juni-3 Juli di RSUD Karanganyar.

“Tes kesehatan dilakukan langsung oleh tim dokter dari IDI. Mereka yang lebih mengetahui tentang tes kesehatan secara teknis,” jelasnya.

Penetapan cabup-cawabup yang akan bertarung pada pesta demokrasi terbesar di Bumi Intanpari pada 4 Agustus. Pengundian nomor urut cabup-cawabup dilaksanakan pada 21 Agustus. Masa kampanye Pilkada Karanganyar dilaksanakan mulai awal September selama kurang lebih dua pekan.

Sementara Divisi Pencalonan dan PAW KPU Karanganyar, Kharis Triyono, menjelaskan terdapat tiga formulir yang wajib diisi oleh para cabup-cawabup saat mendaftar yakni formulir pencalonan dari parpol pengusung, kesepakatan dari parpol pengusung dan pernyataan tak akan mengundurkan diri selama penyelenggaraan Pilkada.

DP4 pilkada Dairi 233.919 jiwa

MEDAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), mencatat sebanyak 233.919 jiwa Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) sebagai partisipan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Pemkab Dairi.

Anggota KPU Dairi asal Padang yang dihubungi di Medan, hari ini mengatakan, jumlah DP4 itu diterima dari Pemkab Dairi untuk keperluan Pilkada yang akan berlangsung pada 10 Oktober 2013. “Jumlah DP4 tersebut tersebar di 161 desa dan delapan kelurahan yang tersebar 15 kecamatan di Kabupaten Dairi, katanya.

Pihaknya telah menyerahkan data DP4 tersebut ke panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemilihan kecamatan (PKK) untuk diverifikasi guna mendapatkan data mutakhir. “Rencananya, pada 27 Juni akan ditetapkan menjadi DPT (daftar pemilih tetap),” katanya.

Jumlah warga yang berhak menggunakan hak pilih dalam pilkada yang akan terdapat dalam DPT tersebut diperkirakan berkisar 200 ribu jiwa. Menurut Padang, perkiraan tersebut muncul karena jumlah DPT dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumut yang dilaksanakan pada 7 Maret 2013 mencapai 194.504 jiwa.

Dengan adanya pertambahan usia penduduk atau remaja yang telah mencapai usia 17 tahun dan menjadi pemilih pemula, maka jumlah DPT tersebut akan bertambah. Namun, kepastiannya akan ditetapkan melalui rapat pleno terhadap hasil pemutkahiran data, katanya.

Selain memutakhirkan data pemilih, KPU Dairi juga mempersiapkan diri untuk menerima pendaftaran pasangan calon peserta pilkada yang akan dilaksanakan pada 1-6 Juli.

Akbar Tandjung Akui Golkar Lemah di Pilkada



Jakarta - Partai Golkar kalah dalam sejumlah Pilkada, akhir-akhir ini. Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung mengakui bahwa partainya memang lemah dalam Pilkada.

"Pilkada kan kita lemah, kalah," kata Akbar di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Jumat (21/6/2013).

Menurut Akbar, perlu ada pembelajaran dari kekalahan tersebut. Menurutnya, kekalahan tersebut disebabkan penentuan calon pemimpin daerah kurang tepat. Juga, dukungan logistik yang tidak mencukupi untuk memenangkan Pilkada.

"Ditambah lagi, kiprah calon kita mungkin ada kekurangan untuk bisa berinteraksi dengan rakyat," lanjutnya.

Berkaca dari Pilkada yang sudah-sudah, Golkar harus menggencarkan kaderisasi di daerah-daerah. Ini penting untuk memenangi Pemilu 2014. Namun, Akbar menilai kaderisasi Golkar masih lemah.

Kaderisasi kita belum berjalan optimal. Mungkin frekuensi pengkaderannya blum seperti yang kita harapkan, juga jumlahnya belum seperti yang kita harapkan. Karena kita mentargetkan pengkaderan kita 10 juta kader berbasis desa. 100 kader setiap desa," tuturnya.

Golkar kalah dalam sejumlah pemilihan gubernur. Diantaranya, Alex Nurdin di Pilgub DKI Jakarta, Irianto MS Syafiuddin di Pilgub Jawa Barat, dan Chairuman Harahap di Pilgub Sumatera Utara.

Jumat, 21 Juni 2013

32 Persen Caleg DPR Berdomisili di Jakarta



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menemukan sebanyak 32 persen dari seluruh calon legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berdomisili di DKI Jakarta. Caleg tersebut mencalonkan diri di daerah pemilihan (dapil) luar Jakarta atau caleg “impor”.

“Dari total 6.550 caleg DPR di daftar calon sementara (DCS), 2.100 di antaranya tinggal atau beralamatkan di Jakarta, namun mencalonkan diri di dapil luar Jakarta,” kata Deputi Koordinator JPPR Masykurudin Hafidz, Kamis (20/6).

Berdasarkan data yang dihimpun, kata dia, Jakarta menyumbang paling banyak caleg di 77 dapil. Masykurudin mengatakan, maraknya caleg impor mengindikasikan telah terjadi sentralisme kekuasaan partai politik (parpol).

Menurutnya, banyaknya calon yang datang dari Jakarta menunjukkan sistem rekrutmen pencalonan masih sangat elitis. Partpol, menurut dia, tidak mempertimbangkan aspek pengalaman situasi sosial setempat dan kedekatan emosional dengan konstituennya. “Hal itu menyebabkan daftar calon sementara ini kurang mencerminkan representasi dari jiwa pluralitas, peta masalah, dan kepentingan di masing-masing daerah pemilihan,” katanya.

Menurut Masykurudin, undang-undang maupun Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) memang tidak mengatur secara khusus bahwa caleg DPR harus berasal dari dapil masing-masing. Namun, kata dia, hal itu menunjukkanbahwa parpol tidak mempertimbangkan aspek pengalaman situasi sosial di setiap daerah sehingga kurang mewakili kondisi pluralitas di dapil masing-masing.

Menurut dia, DCS impor itu menjadi preseden tentang besarnya biaya kampanye yang akan dikeluarkan karena parpol dan calon membutuhkan biaya tambahan untuk kampanye, terutama akomodasi dan transportasi untuk meraup suara konstituen. “Apabila parpol dan caleg mengambil jalan pintas dengan memasang iklan dan alat peraga saja maka hubungan emosional dengan konstituen akan semakin tipis,” katanya menjelaskan.

Partai yang paling banyak “mengekspor” calegnya dari Jakarta ke daerah adalah Partai Demokrat, yaitu sebanyak 248 orang (44 persen) dari seluruh caleg partai tersebut. Sisanya adalah Partai Golkar (234 caleg), Partai Hanura (230 caleg), PDI Perjuangan (202 caleg), Partai Gerindra (186 caleg), PAN (174 caleg), PKPI (164 caleg), PPP 160 caleg), PBB (160 caleg), Parta NasDem (141 caleg), PKB (136 caleg), dan PKS (65 caleg).

Masykurudin menilai, partai perlu mengaktifkan kantornya di daerah untuk meningkatkan kegiatan politik dan pendidikan pemilih dengan mengajak komunikasi dan menyerap aspirasi konstituen secara langsung. Hal itu, menurut dia, termasuk menjadi catatan dalam merumuskan program kerakyatan caleg tersebut.

Manajer Advokasi dan Pendidikan Pemilih JPPR Sunanto menambahkan, caleg yang berbeda domisili dengan dapil tidak menjadi masalah jika mereka masih memiliki hubungan emosional dengan daerah pemilihannya. Misalnya, caleg tersebut lahir dan besar di daerah itu. Jika sudah tidak memiliki hubungan emosional, kata dia, caleg tersebut kemungkinan tidak bisa mewakili aspirasi dan kebutuhan masyarakat serta nilai budaya di dapilnya dalam mengambil keputusan.

Pengamanan Pilwalkot, Satu Polisi Jaga Dua TPS



BANDUNG, TRIBUN - Pola rawan dua menjadi sistem pengamanan yang dilakukan oleh Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung pada pengamanan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwalkot) 2013.

Pada pelaksanaannya, setiap anggota kepolisian mengamankan dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) dibantu empat orang linmas. Tak lain, pola pengamanan ini sesuai dengan petunjuk dari pimpinan Polri.

Penempatan personel pengamanan disesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun oleh KPU, yaitu ada tiga kegiatan selain mengamankan TPS. Seperti bertemu di sentra ekonomi atau bahasa keren saat ini blusukan, debat publik, dan rapat umum.

"Belum termasuk potensi masyarakat lain, seperti ormas yang juga akan dilibatkan mulai dari tahapan pemilu, kampanye, minggu tenang dan pada saat pelantikan nanti," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso kepada wartawan usai gelar pasukan Operasi Praja Pakuan 2013 di Lapangan Gasibu, Kamis (30/5).

Apel gelar pasukan dilakukan untuk mengecek kesiapan personel dalam melakukan pengamanan pemilukada. Selain itu, mengevaluasi kekuatan, kemampuan serta peralatan. Jika masih ada yang kurang, masih ada waktu untuk memperbaikinya.

Disebutkan Kapolrestabes, jumlah personel yang dikerahkan untuk pengamanan Pilwalkot ini, dari polri sebanyak 3072 personel, dibantu 6 SSK (satuan setingkat kompi) TNI, dan 8238 dari linmas.

"Semua lokasi dianggap rawan, kita tidak mau underestimate pada tempat. Makanya, menganggap semua tempat rawan, terutama saat pemungutan suara," kata Kapolrestabes.

Pencoblosan Hari Minggu, Umat Kristiani Diminta Tetap Berpartisipasi



BANDUNG, (PRLM).- Meski hari pencoblosan atau pemungutan suara Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwalkot) Bandung 2013 dilakukan pada Minggu, 23 Juni 2013 umat kristiani di Bandung diharapkan tetap berpartisipasi. Hal ini menjadi seruan kaum rohaniawan dan umat kristiani dalam siaran pers di Kota Bandung, Jumat (21/6/13).

“Seluruh warga Kota Bandung diharapkan dengan seksama dapat menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi ini. Umat kristiani di Kota Bandung bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat dan dinamika pembangunan Kota Bandung. Umat kristiani juga diyakini mampu mengatur waktu secara bijaksana pada hari H Pilwalkot Bandung tersebut,” kata Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Kota Bandung Pdt. B. Hutagalung.

Hutagalung berharap umat kristiani memahami bahwa sepantasnya tetap berdoa, berupaya, dan berjuang untuk kesejahteraan kota. Dia mengatakan demi kesejahteraan semuanya, umat kristiani perlu mengapresiasi dan berpartisipasi dalam setiap bidang kehidupan Kota Bandung yang lebih baik. Salah satunya melalui politik seperti agenda Pilwalkot .

Hal yang utama dalam bidang politik, menurut Hutagalung adalah umat kristiani selalu memegang teguh empat pilar kebangsaan Republik Indonesia yaitu UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hari Minggu memang merupakan agenda gerejawi yang dilaksanakan sebagai hari beribadah bagi umat kristani.

“Jadi, kami sangat mengharapkan adanya hikmat dan kebijaksanaan dari pimpinan dan jemaat gereja mengatur waktu secara baik. Pada Minggu, 23 Juni 2013, ke gereja ya dan mencoblos ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) juga dilakukan,” kata Hutagalung.

PGI menyarankan agar umat kristiani Kota Bandung mampu mengenali Kota Bandung dan mendalami calon wali kota dan calon wakil Wali kota untuk dipilih. Dengan kemampuan mengenal ini, diharapkan Kota Bandung dapat dipimpin oleh pemimpin yang pantas dan cocok untuk kemajuan warga Kota Bandung.

“Kami mendorong agar Kota Bandung memiliki kondisi lingkungan hidup yang sehat, memiliki tata ruang kota yang harmonis, memenuhi kesejahteraan secara ekonomi, dan tercipta lingkungan keagamaan yang penuh toleransi. Semoga wali kota terpilih nanti menjauhi tindak pidana dan mendorong birokrasi Kota Bandung yang professional, transparan, bersih, dan berwibawa secara politik dan hukum,” katanya.

Kamis, 20 Juni 2013

Sebar Brosur di Masa Tenang Dua Remaja Ditangkap



BUAHBATU (GM) - Dua remaja warga Cijagra, MI (24) dan AAH (18) diamankan warga di Jln. Berlian RW 04 Kel. Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Kamis (20/6) sekitar pukul 20.30 WIB. Keduanya tertangkap tangan tengah menyebarkan leaflet, brosur, dan stiker pasangan calon nomor 4, Ridwan Kamil-Oded M. Danial ke rumah-rumah warga di sepanjang Jln. Berlian.

Padahal seharusnya Kamis (20/6) kemarin, sudah masuk masa tenang. Masa kampanye calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung telah berakhir pada Rabu (19/6). Di masa tenang tidak diperbolehkan melakukan aktivitas kampanye atau mengajak orang untuk memilih salah satu pasangan calon.

Berdasarkan informasi yang diperoleh "GM" dari Kanit Reskrim Polsekta Lengkong, AKP Sunarya Ischak, kedua remaja itu hingga pukul 23.00 WIB masih menjalani pemeriksaan di Mapolsekta Lengkong, Jln. Buahbatu. Mereka dibawa ke Mapolsekta Lengkong karena di lokasi (Jln. Berlian, red) keduanya sempat bersitegang dengan warga sekitar.

"Dua orang kita amankan ke mapolsekta. Sekarang masih menjalani pemeriksaan," kata Sunarya, semalam.

Menurut Sunarya, setelah pelaku yang diduga menyebarkan brosur di masa tenang itu diamankan, sejumlah orang dari masing-masing tim kampanye paslon mulai berdatangan ke Mapolsekta Lengkong. 

"Mereka ingin memastikan kabar yang beredar sekaligus ingin melihat pelaku penyebar atribut kampanye di masa tenang," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panwascam Lengkong, Dedi Kusnadi mengungkapkan, kedua remaja tersebut tertangkap tangan oleh warga saat tengah menyebarkan brosur di masa tenang. Kedua remaja itu menyebarkan atribut kampanye ke rumah-rumah di sepanjang Jln. Berlian.

"Jelas ini merupakan pelanggaran. Di masa tenang tidak boleh ada penyebaran atribut karena tergolong kampanye," kata Dedi.

Ditambahkan Dedi, kedua pelaku dibawa ke Mapolsekta Lengkong untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Terlebih saat masih di lokasi, kedua remaja itu sempat bersitegang dengan warga dan dikhawatirkan akan jadi sasaran amuk massa.

"Setelah dari sini (mapolsekta, red), keduanya akan kita bawa ke panwascam untuk klarifikasi," terang Dedi.

Dalam penangkapan, lanjutnya, sejumlah barang bukti turut diamankan, berupa 124 brosur bergambar pasangan calon nomor 4. Disinggung soal kemungkinan kedua pelaku dapat terkena pasal pidana, Dedi mengaku belum bisa memutuskan.

"Untuk masalah itu, tidak bisa kita nilai sekarang. Keputusan harus melalui rapat pleno terlebih dulu," imbuhnya. 

Belum tahu

Sementara ketua tim pemenangan pasangan Rido, Haru Suandaru saat dikonfirmasi "GM" mengatakan, pihaknya belum mengetahui kejadian tersebut apakah relawan dari Rido atau bukan.

"Kita belum bisa berkomentar lebih jauh terkait itu," kata Haru.

Pihaknya, lanjut Haru, telah menginstruksikan seluruh relawan pada masa tenang untuk mencabut berbagai atribut kampanye, baik spanduk, baliho atau berbagai selebaran.

"Secara jelas, saya belum mendapat informasi akurat terkait itu," tegas Haru.

KPU Optimistis Pilwalkot Sesuai Jadwal



SOEKARNO-HATTA (GM) - Paguyuban Mahasiswa Kota Bandung melakukan aksi demonstrasi ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung, Jln. Soekarno-Hatta, Kamis (20/6). Aksi demonstrasi ini dilakukan sebagai bentuk desakan kepada KPU Kota Bandung untuk menyelesaikan permasalahan surat suara Pilwalkot Bandung 2013 yang terindikasi telah dicoblos.

Aksi demonstrasi yang dilakukan sekitar 50 orang ini, berlangsung damai. Mereka membawa beberapa poster dan sempat melakukan orasi. Mereka kemudian diterima Ketua KPU Kota Bandung, Apipudin, S.Si. yang didampingi komisioner, Heri Sapari.

Koordinator aksi, Rizki Daris Mulayana menyatakan, aksi demontsrasi ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang sebenarnya versi KPU Kota Bandung.

Paguyuban Mahasiswa Kota Bandung meminta KPU untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi kepada publik melalui media massa. 

Di tempat yang sama, Ketua KPU Kota Bandung, Apipudin, S.Si. menjelaskan, Jumat (21/6) ini, pihaknya akan memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait permasalahan ini. 

"Besok (hari ini, red), kita akan mengundang semua media untuk memberikan keterangan terkait dengan masalah surat suara yang rusak ini," terangnya. 

Sesuai jadwal

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Logistik, Yusi Hasibuan menerangkan, meski terdapat surat suara yang rusak sejumlah 28.581 namun tidak akan mengganggu pelaksanaan hari H pencoblosan Pilwalkot Bandung 2013, Minggu (23/6) ini. 

Pasalnya, surat suara sesuai dengan DPT plus 2,5% sudah aman dan tidak terganggu dengan surat suara yang rusak.

"Jumlah DPT adalah 1.658.808 plus 2,5% yakni 41.470. Dengan demikian jumlahnya sebanyak 1.700.278 surat suara. Sedangkan surat suara yang kita terima dari PT. Peruri Surabaya sebanyak 1.728.443 surat suara," tambahnya.

Surat suara, lanjut Yusi, sudah didistribusikan dari PPK ke PPS. Hanya tinggal 6 PPK yang belum yakni Bandung Kulon, Panyileukan, Antapani, Lengkong, Sumur Bandung, dan Arcamanik.