PBNU Jamin Netralitas NU dalam Pilkada Jatim - Seputar Pilkada
Headlines News :

tabloid pulsa

Tabloid PULSA

Infolinks In Text Ads

Infolinks

INFOLINKS

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Home » » PBNU Jamin Netralitas NU dalam Pilkada Jatim

PBNU Jamin Netralitas NU dalam Pilkada Jatim

Written By Unknown on Sabtu, 01 Juni 2013 | 05.41



Sidoarjo (Antara Jatim) - Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Agil Siradj MA menjamin netralitas NU dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur, meski pihaknya baru saja menerima kunjungan pasangan calon gubernur dan wakilnya dari PDIP, yakni Bambang DH-Said Abdullah.

"Itu silaturrahmi, tentu kami terima. Kalau calon lain datang ya diterima juga. Urusan pilgub itu, NU netral, baik Jatim atau provinsi lain," katanya setelah membuka Konperensi Wilayah NU Jawa Timur di Sidoarjo, Jumat malam.

Di sela-sela pembukaan Konperwil NU Jatim di Kompleks Pesantren Progresif "Bumi Sholawat" Lebo, Sidoarjo yang juga dihadiri mantan Ketua MK Prof Mahfud MD yang disebut-sebut capres itu, ia menilai banyaknya pihak yang mendekati NU itu menunjukkan "kebesaran" NU.

"Kalau banyak yang mendekati, itu karena NU 'kan besar, jadi wajar saja, tapi NU tetap netral. Kalau perorangan dari NU ikut mendukung nggak apa-apa, asalkan nggak bawa-bawa nama organisasi, karena institusi NU itu netral," katanya.

Di sela-sela acara yang juga dihadiri pimpinan parpol dari PKB, PPP, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Nasdem, dan sebagainya, orang nomer satu di PBNU itu juga memperbolehkan para kader NU untuk menjadi calon dalam pilkada, asalkan tidak menyeret institusi NU.

"Sebagai orang tua, saya mengharapkan Pilkada Jatim bisa berlangsung 'fair', jauh dari fitnah, dan jangan menghalalkan segala cara, apalagi di sini banyak pesantren, tentu nilai-nilai pesantren harus diutamakan," katanya.

Senada dengan itu, Ketua PWNU Jatim KHM Mutawakkil Alallah dalam sambutan pembuka menyatakan beda ulama dan umara itu cuma dari cara rekrutmen. Kalau rekrutmen umara itu selalu memampangkan poster calon dari jalan raya hingga jalan-jalan desa, tapi kalau rekrutmen ulama itu tidak seperti itu.

"Itu karena suksesi kepemimpinan ulama itu bukan dilakukan dengan cara meminta-minta jabatan, melainkan semuanya merupakan amanah. Amanah menjadi pengurus NU juga tidak ringan, apalagi saat ini banyak tantangan," katanya
Share this article :

0 komentar :

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

SPONSOR

networkedblogs

tabloidpulsa

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Seputar Pilkada - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya