Dikenal sebagai kandidat calon Presiden dengan mengedepankan semangat nasionalisme, ternyata diam-diam Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo, meminta dukungan Amerika Serikat untuk pencalonannya. Ia mengirimkan adiknya, Hashim Djojohadikusumo, untuk berbicara dengan sejumlah tokoh di negara Paman Sam itu.
Sebagaimana diberitakan oleh Bangkok Post, hari ini (23/12), Hashim menjanjikan bahwa bila terpilih jadi Presiden, adiknya akan menegakkan hukum secara konsisten untuk melindungi kebebasan beragama, sebuah isu kunci politik luar negeri AS bagi sebagian besar anggota parlemennya.
“Pemerintah AS harus lebih aktif dalam menyuarakan ketidaksenangannya terhadap pengabaian Pemerintah AS dalam melindungi kaum minoritas,” kata Hashim yang dikenal sebagai pengusaha.
Hashim memuji saudaranya itu sebagai pelindung kaum minoritas, kendati Prabowo selama ini mendapat tudingan sebagai penyiksa aktivis pro-demokrasi di penghujung kekuasaan Soeharto, tatkala dirinya sebagai Komandan Kopassus.
Hashim mengakui bahwa adiknya adalah seorang nasionalis, namun bukan xenepobia. “Yang kami inginkan adalah keadilan,” tutur dia.
Ia juga menjamin bahwa Prabowo nantinya akan mendukung investasi asing. “Dia bukan Hugo Chavez yang lain,” kata Hashim menyebut pemimpin kiri Venezuela.
Prabowo sendiri tak bisa berkunjung ke AS karena Pemerintah Paman Sam tidak menerbitkan visa baginya dengan alasan pelanggaran hak azasi manusia. sumber
0 komentar :
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !