Pilkada Pinrang Gunakan E-Voting - Seputar Pilkada
Headlines News :

tabloid pulsa

Tabloid PULSA

Infolinks In Text Ads

Infolinks

INFOLINKS

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Home » » Pilkada Pinrang Gunakan E-Voting

Pilkada Pinrang Gunakan E-Voting

Written By rivicsim simangunsong on Senin, 29 April 2013 | 22.20



KPU Kabupaten Pinrang sedang menjajaki penggunaan electronic voting atau e-Voting pada pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati di Bumi Lasinrang itu 18 September mendatang.

Menurut Ketua KPU Pinrang, Jamaluddin (29/4), keberhasilan penggunaan e-Voting yang ditangani oleh Universitas Hasanuddin telah terbukti efektif pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng beberapa waktu lalu.

Jamaluddin mengatakan dia menyaksikan penggunaan e-Voting pada pilkada di Bantaeng. Selain tingkat kesalahannya 0 persen, cara ini ternyata lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan pencoblosan. Pendanaannya sedikit lebih mahal, tapi sangat bermanfaat dan peralatannya dapat diinventaris.

Adapun KPU Kabupaten Sidrap belum berencana menggunakan e-Voting pada pemilihan bupati dan wakil bupati di Bumi Nene Mallomo pada 29 Agustus mendatang. Ketua KPU Sidrap Muhammad Djufri mengatakan, Sidrap menggunakan pola pencoblosan.

Di Pilkada Nusat Tenggara Barat, dua pekan menjelang pencoblosan Senin (29/4) ini baru sebagian kecil saja logistik yang baru diterima di beberapa KPU NTB. Ketua KPU NTB mengatakan, hari ini logistik sudah tiba di Pulau Sumbawa, sedangkan logistik untuk Pulau Lombok baru mulai diangkut hari ini dari percetakannya di Sidoarjo, Jawa Timur. Ini semua diharapkan bisa diedarkan tepat waktu ke tempat pemungutan suara (TPS) yang jumlahnya sebanyak 8.924 TPS.

Adapun Ketua Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU NTB Darmansyah mengatakan, KPU kabupaten/kota hendaknya bisa memberi prioritas distribusi kebutuhan logistik di desa-desa terjauh dari kota-kabupaten seperti di Pulau Sumbawa. Kedatangan logistik diharapkan lebih awal untuk mempersiapkan logistik pilkada. Tujuannya agar jajaran KPU kabupaten/kota bisa punya waktu untuk menyiapkan kelengkapan pilkada sebelum tanggal 13 Mei.

Terkait dengan gugatan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Ibrahim Agustinus Medah-Melkiades Lakalena (Tunas), Mahkamah Konstitusi (MK) secara bulat akhirnya menolak permohonan gugatan tersebut. Dengan kata lain, MK mendukung keputusan pleno KPU yang menetapkan pasangan nomor urut pertama dan kedua, yaitu pasangan Frans Lebu Raya-Benny Litelnoni (Frenly) dan Esthon L Foenay-Paul L Talo (Esthon-Paul), berhak maju dalam pilkada putaran kedua yang menurut rencana berlangsung pada Kamis (23/5).

Pada seleksi KPU Sulawesi Selatan, tim seleksi membantah rumor yang mengatakan, mereka telah memilih 10 anggota KPU Sulawesi Selatan. Ketua timsel, Suryadi Adi Culla (29/4) mengatakan, timnya baru mengumumkan siapa yang masuk 10 besar pada 2 Mei mendatang.

Lewat pesan berantai, beredar kabar yang mengatakan sudah ada 10 orang yang lolos penjaringan calon anggota KPU. Empat di antaranya adalah Ketua KPU tingkat kabupaten, yaitu Nur Iman dari Maros; Khaerul Mannan dari Parepare; Misnah M. dari Makassar; dan Faisal Amir dari Takalar. Selain itu, ada anggota KPU Luwu, Syamsul Alam; dosen Universitas Islam Negeri Makassar, A. Syaifuddin; Ketua Aliansi Jurnalis Independen, Mardiana Rusli; dan dosen Universitas Hasanuddin, Iqbal Latief 
Share this article :

0 komentar :

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

SPONSOR

networkedblogs

tabloidpulsa

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Seputar Pilkada - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya